Youtube

Saham Sharps Technology Melejit 70% Usai Himpun Dana Rp6,6 Triliun untuk Beli Solana

NAVIGASI.IN – Dunia keuangan digital kembali digemparkan dengan langkah berani dari perusahaan publik asal Amerika Serikat, Sharps Technology Inc (STSS), yang tercatat di bursa Nasdaq. Pada Senin lalu, saham perusahaan ini melonjak hingga 70% setelah mengumumkan keberhasilan menggalang dana sebesar USD 400 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun apa yang mereka klaim sebagai corporate treasury terbesar berbasis aset kripto Solana (SOL). Fenomena ini semakin mengukuhkan tren baru perusahaan publik yang mulai menempatkan kripto, khususnya Solana, sebagai bagian dari strategi treasury mereka.

Sharps Technology Jumps 70% After Raising $400M for Solana Treasury
Sharps Technology Jumps 70% After Raising $400M for Solana Treasury


Lompatan Harga Saham STSS

Saham STSS yang pada penutupan perdagangan hari Jumat berada di level USD 7,30, sempat menyentuh puncak lebih dari USD 13 pada perdagangan Senin. Pada akhirnya, harga saham ditutup menguat sebesar 53% dari harga penutupan sebelumnya. Lonjakan signifikan ini menunjukkan betapa besarnya minat investor terhadap strategi baru yang diambil Sharps Technology, terutama dalam konteks ekosistem Solana yang semakin mendapatkan perhatian global.

Dukungan Investor Besar

Penggalangan dana senilai USD 400 juta ini tidak dilakukan secara sembarangan. Sharps Technology berhasil mendapatkan dukungan dari sejumlah investor besar di dunia kripto dan keuangan, antara lain ParaFi Capital, Pantera Capital, FalconX, CoinFund, dan Arrington Capital. Dukungan dari institusi besar ini memberikan legitimasi tambahan bagi rencana Sharps untuk membangun Solana Treasury yang masif.

Unit saham yang dijual ditawarkan pada harga USD 6,50 dengan tambahan warrants yang dapat dieksekusi pada harga USD 9,75. Penutupan transaksi ini dijadwalkan pada 28 Agustus, dan hasil dana akan difokuskan terutama untuk akumulasi token SOL.

Masuknya Alice Zhang sebagai CIO

Langkah besar ini juga dibarengi dengan masuknya Alice Zhang, salah satu pendiri proyek Jambo yang didukung Solana, sebagai Chief Investment Officer (CIO) sekaligus anggota dewan direksi Sharps Technology. Kehadiran Zhang dipandang strategis, karena ia memiliki pengalaman luas dalam membangun proyek dan ekosistem yang berbasis pada blockchain Solana. Dengan kepemimpinannya, strategi pengelolaan treasury Solana yang dimiliki perusahaan diyakini akan lebih terarah dan berkelanjutan.

Dukungan Solana Foundation

Bukan hanya investor swasta, Solana Foundation juga ikut serta dalam mendukung langkah ini. Mereka berkomitmen untuk menjual token SOL senilai USD 50 juta dengan diskon 15% dari harga rata-rata 30 hari terakhir. Kesepakatan ini bukan hanya memperkuat posisi Sharps dalam mengakumulasi SOL, tetapi juga menjadi tanda kedekatan hubungan antara perusahaan publik dengan organisasi inti pengembang ekosistem Solana.

Fenomena Digital Asset Treasury (DAT)

Langkah Sharps Technology ini menandai babak baru dalam fenomena yang kini dikenal dengan istilah Digital Asset Treasury (DAT). Konsep ini mirip dengan strategi yang dilakukan oleh MicroStrategy sejak tahun 2020, yakni mengumpulkan Bitcoin dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi cadangan keuangan perusahaan. Bedanya, kali ini fokus bukan pada Bitcoin, melainkan pada Solana, sebuah blockchain yang berkembang pesat dan menawarkan biaya transaksi rendah serta kecepatan tinggi.

Selain Sharps, sejumlah perusahaan lain juga mulai mengadopsi strategi ini. Beberapa di antaranya adalah SOL Strategies (HODL), DeFi Development (DFDV), dan Upexi (UPXI) yang telah menambah kepemilikan token SOL mereka. Fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran fokus dari Bitcoin sebagai aset utama menuju blockchain alternatif yang dianggap memiliki potensi besar di masa depan.

Rencana Ambisius Lain di Ekosistem Solana

Tidak hanya Sharps Technology, sejumlah nama besar di dunia kripto seperti Galaxy Digital, Multicoin Capital, dan Jump Crypto dikabarkan tengah berusaha menggalang dana hingga USD 1 miliar untuk membangun treasury khusus Solana melalui akuisisi perusahaan publik. Sementara itu, DeFi Development (DFDV) juga mengumumkan rencana untuk menggalang USD 125 juta melalui penjualan saham ekuitas. Namun, pengumuman ini justru membuat saham DFDV turun 19% pada hari yang sama, menunjukkan adanya risiko pasar meski tren DAT terus berkembang.

Mengapa Solana?

Pertanyaan besar yang muncul dari fenomena ini adalah: mengapa Solana? Blockchain Solana dikenal dengan skalabilitasnya yang tinggi, mampu memproses ribuan transaksi per detik dengan biaya yang sangat rendah. Hal ini menjadikannya salah satu alternatif paling menjanjikan selain Ethereum. Selain itu, ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps), NFT, dan DeFi di Solana berkembang dengan pesat, membuatnya semakin menarik bagi investor institusional.

Solana juga telah menarik perhatian banyak pengembang aplikasi dan proyek besar di sektor Web3. Kehadiran perusahaan publik yang secara serius menempatkan SOL dalam treasury mereka akan semakin memperkuat reputasi dan kepercayaan terhadap blockchain ini di mata pasar global.

Dampak Terhadap Pasar Saham dan Kripto

Lompatan harga saham STSS menjadi bukti nyata bahwa strategi crypto treasury dapat meningkatkan minat investor secara signifikan. Namun, di sisi lain, strategi ini juga membawa risiko tinggi. Volatilitas harga kripto, termasuk Solana, dapat berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan. Meski demikian, dukungan investor besar dan keterlibatan Solana Foundation memberikan indikasi bahwa strategi ini memiliki fondasi yang cukup kuat.

Bagi pasar kripto, langkah ini jelas menjadi kabar positif. Permintaan institusional terhadap SOL akan meningkat, yang pada gilirannya bisa mendorong harga token tersebut naik. Jika tren DAT terus berkembang, tidak menutup kemungkinan Solana bisa menjadi salah satu aset digital paling dominan setelah Bitcoin dan Ethereum.

Tantangan yang Mungkin Muncul

Meski tampak menjanjikan, langkah membangun corporate treasury berbasis Solana tidak lepas dari tantangan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Regulasi: Otoritas keuangan di berbagai negara masih mengawasi ketat keterlibatan perusahaan publik dalam aset kripto.
  • Volatilitas: Harga SOL bisa berfluktuasi drastis, yang berpotensi mengganggu neraca keuangan perusahaan.
  • Persaingan: Banyak perusahaan kini berlomba-lomba membangun treasury kripto, sehingga kompetisi bisa menjadi lebih ketat.
  • Keamanan: Risiko peretasan atau kegagalan teknis dalam ekosistem blockchain tetap menjadi ancaman serius.

Masa Depan Digital Asset Treasury

Fenomena ini menunjukkan bahwa adopsi kripto oleh institusi publik telah memasuki tahap yang lebih serius. Jika MicroStrategy berhasil dengan strategi Bitcoin-nya, Sharps Technology tampaknya berusaha menjadi pelopor dalam mengadopsi Solana. Jika strategi ini sukses, bukan tidak mungkin lebih banyak perusahaan publik yang akan mengikuti jejak serupa, memperluas tren DAT di berbagai blockchain.

Ke depan, kita bisa melihat semakin banyak variasi strategi treasury digital, mulai dari akumulasi aset tunggal seperti SOL atau BTC, hingga portofolio campuran berbagai aset kripto. Hal ini akan mengubah cara perusahaan publik mengelola cadangan keuangan mereka dan sekaligus mendorong legitimasi kripto sebagai aset kelas institusional.

Kesimpulan

Langkah Sharps Technology menggalang dana USD 400 juta untuk membangun Solana Treasury merupakan tonggak penting dalam sejarah adopsi kripto oleh perusahaan publik. Dengan dukungan investor besar, keterlibatan Solana Foundation, dan masuknya Alice Zhang sebagai CIO, strategi ini memiliki potensi besar untuk sukses. Meski demikian, risiko volatilitas dan regulasi tetap harus diantisipasi.

Bagi ekosistem Solana, langkah ini tentu menjadi dorongan besar yang dapat meningkatkan legitimasi, adopsi, dan nilai pasar SOL. Sementara bagi dunia korporasi global, fenomena Digital Asset Treasury berbasis Solana bisa menjadi contoh nyata bagaimana blockchain tidak lagi hanya sekadar teknologi masa depan, melainkan aset strategis bagi perusahaan publik.

Ditulis oleh Tim Navigasi.in – Berita dan Analisis Terkini Dunia Kripto dan Keuangan

Post a Comment for "Saham Sharps Technology Melejit 70% Usai Himpun Dana Rp6,6 Triliun untuk Beli Solana"