Youtube

Gemini Targetkan Komunitas XRP dengan Kartu Kredit Baru, Perluas Penggunaan Ripple USD di AS

NAVIGASI.IN – Bursa kripto ternama asal Amerika Serikat, Gemini, yang didirikan oleh kembar miliarder Cameron dan Tyler Winklevoss, kembali membuat gebrakan besar. Kali ini, mereka menggandeng Ripple untuk meluncurkan kartu kredit bermerek XRP, sekaligus memperluas peran Ripple USD (RLUSD), stablecoin terbaru Ripple yang didukung dolar AS. Langkah ini dinilai sebagai strategi agresif Gemini untuk memperkuat posisinya di pasar kripto menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) di Amerika Serikat.

Gemini Targetkan Komunitas XRP dengan Kartu Kredit Baru, Perluas Penggunaan Ripple USD di AS
Gemini Targetkan Komunitas XRP dengan Kartu Kredit Baru, Perluas Penggunaan Ripple USD di AS


Kartu Kredit XRP: Reward Hingga 10%

Kartu kredit bermerek XRP ini diterbitkan melalui kerja sama dengan WebBank, sebuah bank yang dikenal kerap bekerja sama dengan fintech dan perusahaan kripto. Produk ini menawarkan sistem hadiah (reward) berjenjang yang cukup menarik bagi pengguna, khususnya komunitas penggemar XRP atau yang kerap disebut XRP Army.

Skema reward yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

  • 4% cashback dalam bentuk XRP untuk pembelian bahan bakar, pengisian kendaraan listrik (EV charging), serta layanan transportasi daring (ridesharing).
  • 3% cashback dalam bentuk XRP untuk kategori restoran dan makanan.
  • 2% cashback dalam bentuk XRP untuk pembelian kebutuhan sehari-hari di supermarket dan toko kelontong.
  • 1% cashback dalam bentuk XRP untuk semua transaksi umum lainnya.
  • Hingga 10% cashback dalam bentuk XRP di merchant tertentu yang sudah bekerja sama.

Dengan struktur seperti ini, Gemini berupaya memberikan insentif yang sangat kompetitif sekaligus memperluas penggunaan XRP dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai mata uang praktis untuk bertransaksi.

Ripple USD (RLUSD): Stablecoin yang Didorong Lebih Sentral

Bersamaan dengan peluncuran kartu kredit ini, Gemini juga mengumumkan perluasan peran stablecoin Ripple USD (RLUSD), yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 680 juta. RLUSD kini resmi dijadikan mata uang dasar untuk semua pasangan perdagangan spot di Gemini, khusus bagi pelanggan di Amerika Serikat.

Langkah ini mempermudah pengguna untuk langsung berpindah dari RLUSD ke berbagai aset digital lain tanpa harus melalui stablecoin pihak ketiga seperti USDT atau USDC. Dengan begitu, RLUSD diposisikan lebih sentral dalam ekosistem perdagangan Gemini, sekaligus memperkuat hubungan strategis antara Gemini dan Ripple.

Strategi IPO dan Ekspansi Produk Gemini

Gebrakan ini datang di saat Gemini sedang mempersiapkan diri untuk melantai di bursa Amerika Serikat. Pada Juni 2025, perusahaan ini telah resmi mengajukan dokumen untuk IPO, menandakan keseriusan mereka menjadi perusahaan publik di tengah persaingan ketat industri kripto global.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Gemini gencar meluncurkan produk baru dan mengamankan berbagai lisensi regulasi. Beberapa langkah penting yang sudah dilakukan meliputi:

  • Meluncurkan tokenisasi saham AS, memungkinkan pengguna membeli saham perusahaan besar dalam bentuk token digital.
  • Mengamankan lisensi MiCA di Malta, yang menjadi salah satu pintu masuk utama untuk beroperasi di pasar Uni Eropa.
  • Mengungkap adanya fasilitas kredit sebesar USD 75 juta dari Ripple untuk mendukung ekspansi dan pengembangan produk baru.

Meski begitu, laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa Gemini masih menghadapi tantangan besar. Pada paruh pertama 2025, perusahaan ini mencatat kerugian bersih USD 282 juta. Hal ini menjadi perhatian serius bagi calon investor IPO, meskipun potensi pertumbuhan jangka panjang tetap dianggap besar.

Target Pasar: XRP Army dan Konsumen Mainstream

Peluncuran kartu kredit XRP ini dinilai sebagai strategi cerdas Gemini untuk menyasar dua kelompok sekaligus. Pertama adalah komunitas penggemar XRP, yang dikenal sangat loyal dan militan dalam mendukung ekosistem Ripple. Kedua, Gemini juga berusaha menarik konsumen mainstream yang menginginkan program reward menarik dan fleksibilitas dalam menggunakan kripto untuk belanja sehari-hari.

Dengan reward hingga 10% di merchant tertentu, Gemini ingin menempatkan XRP sebagai alat pembayaran sehari-hari, bukan hanya aset simpanan. Strategi ini juga sejalan dengan tren global di mana perusahaan kripto berusaha menjembatani dunia aset digital dengan sistem keuangan tradisional.

Dampak pada Ekosistem Ripple dan Gemini

Kerja sama ini jelas membawa keuntungan ganda. Bagi Ripple, peluncuran kartu kredit XRP serta ekspansi penggunaan RLUSD akan memperkuat posisi mereka di pasar Amerika Serikat. Dengan Gemini sebagai mitra strategis, Ripple dapat mempercepat adopsi XRP dan stablecoin-nya di kalangan konsumen ritel.

Bagi Gemini, langkah ini menjadi strategi diferensiasi yang sangat penting di tengah persaingan dengan bursa besar lain seperti Coinbase, Binance US, dan Kraken. Dengan menempatkan produk berbasis XRP sebagai andalan, Gemini berharap bisa merebut pangsa pasar yang selama ini relatif kurang tergarap.

Analisis: Peluang dan Tantangan

Meskipun tampak menjanjikan, strategi ini tetap memiliki sejumlah tantangan. Berikut beberapa peluang dan risiko yang bisa muncul:

Peluang

  • Adopsi Ritel: Cashback hingga 10% berpotensi menarik pengguna baru dan mempercepat penggunaan XRP di dunia nyata.
  • Penguatan RLUSD: Dengan RLUSD sebagai base currency di Gemini, potensi peningkatan volume perdagangan stablecoin ini semakin besar.
  • Brand Positioning: Gemini bisa memposisikan diri sebagai bursa yang fokus pada inovasi produk konsumen, bukan hanya perdagangan aset kripto.

Tantangan

  • Regulasi: Otoritas di AS masih ketat dalam mengatur produk kripto, terutama kartu kredit dan stablecoin.
  • Persaingan: Program reward berbasis kripto sudah banyak diluncurkan, sehingga Gemini harus bersaing keras agar produknya relevan.
  • Kerugian Finansial: Dengan kerugian USD 282 juta di paruh pertama 2025, ada kekhawatiran apakah strategi agresif ini bisa berbuah positif.

Prospek ke Depan

Jika kartu kredit XRP sukses menarik minat pasar, Gemini bisa menjadi pionir dalam mengintegrasikan aset digital ke sistem pembayaran sehari-hari di AS. Hal ini bisa membuka jalan bagi ekspansi serupa di negara lain, terutama setelah Gemini mengantongi lisensi internasional seperti MiCA di Eropa.

Selain itu, dengan semakin banyak merchant yang menawarkan cashback 10%, ekosistem penggunaan XRP akan semakin luas. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memperkuat nilai fundamental XRP sekaligus meningkatkan posisi RLUSD sebagai stablecoin alternatif di pasar global.

Kesimpulan

Langkah Gemini meluncurkan kartu kredit XRP bersama Ripple sekaligus memperluas penggunaan stablecoin Ripple USD (RLUSD) menandai strategi agresif perusahaan menjelang IPO. Dengan reward menarik, dukungan stablecoin, dan fokus pada inovasi, Gemini ingin menempatkan dirinya di garis depan adopsi kripto di kalangan konsumen ritel Amerika Serikat.

Meskipun tantangan finansial dan regulasi tetap ada, strategi ini menunjukkan tekad Gemini untuk membangun masa depan di mana kripto tidak hanya menjadi aset investasi, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi komunitas XRP, ini bisa menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang menuju adopsi massal.

Ditulis oleh Tim Navigasi.in – Berita dan Analisis Terkini Dunia Kripto dan Inovasi Finansial

Post a Comment for "Gemini Targetkan Komunitas XRP dengan Kartu Kredit Baru, Perluas Penggunaan Ripple USD di AS"