Kisah Kayu Kebol di SDN Hanakau Jaya: Warisan Alam yang Dijaga Bersama
NAVIGASI.in – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan zaman, masih ada cerita tentang kearifan lokal dan kecintaan terhadap alam yang terjaga. Salah satunya dapat ditemukan di sebuah sekolah dasar di Lampung, tepatnya SDN Hanakau Jaya. Di halaman sekolah tersebut, berdiri kokoh sebuah pohon yang oleh masyarakat setempat disebut kayu kebol atau lebih dikenal dengan nama pasak bumi (Eurycoma longifolia). Pohon ini bukan sekadar tumbuhan biasa, melainkan simbol ketahanan, pengetahuan tradisional, dan pelestarian lingkungan.
![]() |
Kisah Kayu Kebol di SDN Hanakau Jaya: Warisan Alam yang Dijaga Bersama |
Apa Itu Kayu Kebol atau Pasak Bumi?
![]() |
Kisah Kayu Kebol di SDN Hanakau Jaya: Warisan Alam yang Dijaga Bersama |
Kayu kebol adalah sebutan masyarakat Lampung untuk tanaman yang dalam literatur ilmiah dikenal sebagai pasak bumi. Tumbuhan ini tumbuh di kawasan hutan hujan tropis Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, hingga Thailand. Pohon pasak bumi dapat mencapai tinggi hingga 10–15 meter, dengan akar tunggang yang kuat. Bagian akar inilah yang paling banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Dalam pengobatan herbal, pasak bumi terkenal karena kandungan senyawa bioaktifnya seperti quassinoid, eurycomanone, dan alkaloid. Senyawa ini berperan dalam meningkatkan stamina, daya tahan tubuh, hingga menjaga keseimbangan hormon. Tidak mengherankan bila sejak lama masyarakat menganggapnya sebagai "tonik alami".
Manfaat Kayu Pasak Bumi
- Meningkatkan stamina dan vitalitas – Ekstrak pasak bumi kerap digunakan untuk mengatasi rasa lelah dan meningkatkan energi tubuh, baik pada pria maupun wanita.
- Mengatasi kelelahan dan stres – Kandungan adaptogeniknya membantu tubuh beradaptasi dengan tekanan fisik maupun psikis.
- Meningkatkan libido – Sejak lama dikenal sebagai afrodisiak alami yang meningkatkan gairah dan kesehatan reproduksi.
- Antioksidan dan anti-inflamasi – Membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus menekan peradangan.
Meski begitu, para ahli kesehatan menekankan bahwa penggunaannya harus bijak. Konsultasi dengan tenaga medis atau herbalis sangat disarankan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Pohon Tua yang Bertahan di Tengah Sekolah
![]() |
Kisah Kayu Kebol di SDN Hanakau Jaya: Warisan Alam yang Dijaga Bersama |
Kisah menarik muncul dari SDN Hanakau Jaya. Di halaman sekolah tersebut, berdiri sebuah pohon pasak bumi yang telah berusia puluhan tahun. Salah seorang warga yang telah lama merawatnya mengisahkan bahwa keberadaan pohon ini begitu istimewa. Bahkan, saat pembangunan sekolah dilakukan, gedung sekolah terpaksa digeser agar pohon ini tidak ditebang.
“Kalau tidak saya jaga, mungkin pohon ini sudah habis sejak lama. Bayangkan, sampai-sampai bangunan sekolah pun menyesuaikan dengan keberadaan pohon ini,” ujar penjaga pohon tersebut dengan nada penuh kebanggaan.
Kisah ini memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. Mereka tidak hanya membangun fasilitas pendidikan, tetapi juga tetap memberi ruang bagi warisan alam yang memiliki nilai penting, baik secara ekologis maupun budaya.
Melibatkan Anak-anak Sekolah dalam Pelestarian
Keistimewaan lain dari cerita ini adalah bagaimana anak-anak sekolah turut dilibatkan dalam proses perawatan dan pelestarian pohon pasak bumi. Dalam sebuah momen, tampak siswa-siswi SDN Hanakau Jaya membantu memanen buah dari pohon pasak bumi. Buah tersebut nantinya akan digunakan untuk perbanyakan bibit yang akan ditanam kembali, salah satunya melalui program taman kehati (taman keanekaragaman hayati).
“Saya ambil buahnya untuk dibudidayakan, supaya pohon pasak bumi ini bisa terus lestari. Anak-anak SD juga ikut membantu dengan penuh semangat,” ujar sang penjaga sambil tersenyum.
Pelibatan anak-anak sejak dini dalam kegiatan semacam ini bukan hanya memberikan mereka pengalaman langsung, tetapi juga menanamkan nilai cinta lingkungan yang akan terbawa hingga dewasa kelak.
Nilai Ekologis dan Kearifan Lokal
Pohon pasak bumi di SDN Hanakau Jaya bukan hanya sekadar tumbuhan, melainkan cerminan kearifan lokal masyarakat Lampung. Dalam tradisi, banyak orang percaya bahwa menjaga pohon tertentu akan membawa berkah. Hal ini sejalan dengan konsep ekologi modern yang menekankan pentingnya keanekaragaman hayati untuk menjaga keseimbangan alam.
Selain itu, kehadiran pohon pasak bumi di area sekolah memberi pesan moral bahwa pembangunan tidak harus selalu mengorbankan lingkungan. Justru dengan menjaga, sekolah dapat menjadi ruang edukasi ekologis yang nyata.
Tantangan dan Ancaman
Sayangnya, di banyak tempat lain, keberadaan pohon pasak bumi terancam. Eksploitasi berlebihan untuk kepentingan komersial, terutama dalam industri obat herbal, membuat populasinya menurun drastis. Tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin tanaman berharga ini akan semakin sulit ditemukan di alam liar.
Oleh karena itu, kisah dari SDN Hanakau Jaya menjadi penting sebagai contoh nyata bagaimana masyarakat dapat menjaga warisan alam di tengah tantangan modernisasi.
Budidaya dan Harapan ke Depan
Upaya membudidayakan pasak bumi melalui biji yang dipanen adalah langkah bijak. Dengan menanam kembali, generasi mendatang masih bisa merasakan manfaat dan melihat langsung wujud tanaman yang memiliki nilai sejarah sekaligus ekonomi ini. Program taman kehati yang digagas bersama sekolah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus pelestarian.
Harapannya, pohon pasak bumi tidak hanya dilihat dari sisi ekonomis semata, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan ekologi Indonesia. Dengan demikian, keberadaannya dapat terus memberikan manfaat bagi manusia sekaligus menjaga keseimbangan alam.
Kesimpulan
Kisah kayu kebol atau pasak bumi di SDN Hanakau Jaya adalah potret nyata hubungan harmonis antara manusia dan alam. Pohon yang telah puluhan tahun dijaga itu menjadi saksi bisu betapa kearifan lokal masih hidup di tengah masyarakat modern. Anak-anak sekolah yang ikut terlibat dalam pelestarian juga menunjukkan bahwa generasi penerus siap melanjutkan estafet kepedulian lingkungan.
Pasak bumi bukan hanya sekadar tanaman obat, tetapi juga simbol ketahanan, kebersamaan, dan keberlanjutan. Semoga cerita inspiratif ini bisa menjadi teladan bagi banyak pihak untuk terus menjaga warisan alam, tidak hanya di Lampung, tetapi juga di seluruh penjuru Nusantara.
— Laporan Navigasi.in
Post a Comment for "Kisah Kayu Kebol di SDN Hanakau Jaya: Warisan Alam yang Dijaga Bersama"