Bertemu Gubernur Lampung, Dua Kadet Palestina Rasakan Hangatnya Persaudaraan Indonesia–Palestina

NAVIGASI.IN – Lampung, Februari 2026. Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti ruang pertemuan saat dua mahasiswa asal Palestina, Ahmad Omar Almiawi dan Mahmoud Qubaja, bertemu dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momen sarat makna yang memperlihatkan eratnya hubungan emosional antara Indonesia dan Palestina.

Bertemu Gubernur Lampung, Dua Kadet Palestina Rasakan Hangatnya Persaudaraan Indonesia–Palestina
Bertemu Gubernur Lampung, Dua Kadet Palestina Rasakan Hangatnya Persaudaraan Indonesia–Palestina


Kedatangan dua kadet Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan RI) itu menjadi simbol nyata solidaritas Indonesia terhadap perjuangan dan masa depan generasi muda Palestina. Dalam dialog yang berlangsung santai, Gubernur Mirza berbincang hangat tentang pendidikan, pengalaman hidup di Indonesia, hingga pesan persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi hubungan kedua bangsa.

Dialog Hangat di Ruang Gubernur

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Lampung tersebut berjalan dalam suasana kekeluargaan. Gubernur Mirza menyambut Ahmad dan Mahmoud dengan senyum ramah, menanyakan kabar keluarga mereka di Palestina, serta pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di Indonesia.

“Indonesia dan Palestina adalah saudara. Hubungan ini bukan sekadar diplomasi antarnegara, tetapi hubungan hati,” ungkap Gubernur Mirza dalam perbincangan tersebut.

Bagi Ahmad dan Mahmoud, sambutan tersebut meninggalkan kesan mendalam. Mereka merasa diterima bukan hanya sebagai mahasiswa asing, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia.

Kadet Palestina di Universitas Pertahanan Indonesia

Ahmad Omar Almiawi dan Mahmoud Qubaja merupakan penerima beasiswa penuh di Universitas Pertahanan Indonesia. Mereka menjalani pendidikan militer dan akademik dengan disiplin tinggi, bersama para taruna dari berbagai daerah di Indonesia.

Program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Palestina. Pendidikan menjadi salah satu jalur strategis untuk membangun masa depan bangsa yang lebih kuat dan mandiri.

Selama menjalani pendidikan di Indonesia, keduanya tidak hanya belajar ilmu pertahanan dan strategi, tetapi juga menyerap nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, serta semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Lampung dalam Kenangan Ahmad dan Mahmoud

Kunjungan ke Lampung menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi Ahmad dan Mahmoud. Di sela agenda resmi, mereka berkesempatan mengunjungi beberapa destinasi wisata dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Bagi Ahmad, momen paling berkesan adalah saat menginjakkan kaki di Pulau Pahawang. Ia mengaku itu adalah pertama kalinya dalam hidup menyentuh laut secara langsung.

“Ini pertama kalinya saya melihat laut sedekat ini, menyentuh airnya, merasakan anginnya,” ujar Ahmad dengan mata berbinar.

Sementara bagi Mahmoud, Lampung menghadirkan ketenangan yang sulit ia gambarkan dengan kata-kata. Ia merasakan toleransi, keramahan, dan sambutan tulus dari masyarakat.

“Saya merasa aman dan damai di sini. Orang-orang sangat baik,” katanya.

Simbol Solidaritas Indonesia–Palestina

Hubungan Indonesia dan Palestina memiliki sejarah panjang yang dilandasi dukungan moral dan politik sejak awal kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut terus berlanjut hingga kini, termasuk melalui jalur pendidikan.

Kehadiran Ahmad dan Mahmoud di Lampung memperkuat pesan bahwa solidaritas Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar retorika. Ia hidup dalam tindakan nyata, mulai dari bantuan kemanusiaan hingga kesempatan pendidikan bagi generasi muda.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan.

Pendidikan sebagai Jembatan Masa Depan

Pendidikan diyakini sebagai jembatan penting dalam membangun perdamaian dan masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan, generasi muda Palestina dapat memperluas wawasan, membangun jaringan internasional, dan memperkuat kapasitas kepemimpinan.

Ahmad dan Mahmoud menjadi representasi harapan tersebut. Mereka membawa cerita tentang perjuangan, keteguhan, serta semangat belajar yang tinggi.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia pun belajar tentang arti ketabahan dan keteguhan hati dari para mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan jauh dari tanah kelahiran mereka.

Lampung sebagai Saksi Persaudaraan

Dari ruang pertemuan resmi hingga percakapan santai penuh canda, Lampung menjadi saksi bahwa persaudaraan Indonesia–Palestina bukan sekadar slogan. Ia nyata, terasa, dan menyentuh hati.

Kunjungan dua kadet Palestina ini menjadi pengingat bahwa hubungan antarbangsa dapat dibangun melalui kemanusiaan, empati, dan kesempatan belajar bersama.

Di tengah dinamika global yang kompleks, kisah Ahmad dan Mahmoud di Lampung menghadirkan pesan optimisme. Bahwa di balik perbedaan jarak dan latar belakang, selalu ada ruang untuk persaudaraan yang tulus.

Harapan untuk Masa Depan

Menutup pertemuan, Gubernur Mirza menyampaikan harapan agar Ahmad dan Mahmoud kelak menjadi pemimpin yang membawa kedamaian dan kemajuan bagi Palestina.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Indonesia selalu mendukung Palestina,” pesannya.

Pertemuan tersebut bukan akhir, melainkan awal dari cerita panjang persahabatan lintas negara. Ahmad dan Mahmoud akan kembali ke kampus dengan pengalaman baru, sementara Lampung menyimpan kisah hangat yang akan selalu mereka kenang.

Navigasi.in mencatat, dari Lampung untuk Palestina, persaudaraan itu nyata dan hidup dalam tindakan.


Penulis: Tim Redaksi Navigasi.in

Editor: Navigasi Nusantara

Posting Komentar untuk "Bertemu Gubernur Lampung, Dua Kadet Palestina Rasakan Hangatnya Persaudaraan Indonesia–Palestina"