Youtube

Rumah Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Dihancurkan Massa Saat Demo Jakarta

Rumah Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Dihancurkan Massa Saat Demo Jakarta, Situasi Memanas dan Ricuh

NAVIGASI.in – Suasana Jakarta kembali memanas. Gelombang unjuk rasa yang berlangsung di ibu kota pada Jumat malam (29/8) berujung pada kericuhan dan aksi anarkis. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah hancurnya rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni setelah diamuk massa. Video dan foto kehancuran rumah tersebut viral di media sosial, memicu perdebatan serta kecaman dari berbagai pihak.

Rumah Ahmad Sahroni hancur diamuk massa demo Jakarta
Situasi di dalam rumah Ahmad Sahroni pasca diamuk massa saat demo Jakarta. 

Kronologi Kericuhan yang Berujung Amukan Massa

Awalnya, demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI berlangsung dengan tertib. Massa yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, hingga elemen masyarakat sipil turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka terkait sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat. Namun, menjelang sore, situasi mulai memanas. Bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran tak terhindarkan setelah terjadi aksi saling dorong dan pelemparan benda.

Di tengah kekacauan itu, sebagian massa bergerak ke arah kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang diketahui merupakan domisili Ahmad Sahroni. Massa kemudian mendatangi rumah pribadi anggota DPR RI tersebut. Tidak lama setelah itu, situasi berubah menjadi mencekam. Pintu, kaca, dan sejumlah fasilitas rumah dirusak. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat puluhan orang masuk ke dalam rumah dengan membawa berbagai benda, sementara perabotan berantakan di lantai.

Kerusakan Parah di Dalam Rumah

Dari pantauan video yang viral, kondisi rumah tampak hancur berantakan. Lantai dipenuhi pecahan kaca, meja dan kursi terbalik, serta dinding rumah penuh coretan. Lampu gantung dan beberapa fasilitas mewah di dalam rumah dilaporkan ikut dirusak. Kerusakan ini membuat kediaman Ahmad Sahroni hampir tidak bisa dihuni lagi tanpa renovasi besar.

Sejumlah warga sekitar mengaku kaget sekaligus ketakutan melihat amukan massa. "Kami tidak menyangka rumah Pak Sahroni bisa sampai jadi sasaran. Tiba-tiba banyak orang masuk, teriak-teriak, lalu merusak isi rumah," ujar seorang saksi mata.

Sikap Ahmad Sahroni Usai Rumahnya Dihancurkan

Ahmad Sahroni, yang dikenal sebagai “crazy rich Tanjung Priok” sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, akhirnya buka suara. Ia menyayangkan aksi brutal tersebut. Menurutnya, setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasi, namun tidak seharusnya dilakukan dengan cara merusak fasilitas atau mengancam keselamatan orang lain.

“Saya menghormati demonstrasi sebagai bagian dari demokrasi. Tetapi merusak rumah pribadi dan melakukan tindakan anarkis tidak bisa dibenarkan. Saya serahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum,” tegas Sahroni dalam keterangan tertulisnya.

Respon Pemerintah dan Aparat

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan. Sejumlah barang bukti berupa pecahan kaca, benda tumpul, hingga rekaman CCTV rumah Sahroni dikumpulkan. Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut kasus ini hingga tuntas dan menindak pelaku yang terbukti melakukan perusakan.

“Kami tidak akan membiarkan tindakan main hakim sendiri dan perusakan fasilitas pribadi pejabat negara. Identitas pelaku sudah kami kantongi dari hasil rekaman CCTV dan laporan saksi,” ujar Kapolda.

Kecaman dari Publik

Aksi anarkis ini menuai kecaman luas dari berbagai kalangan. Pengamat politik menilai, meskipun ada kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah maupun DPR, massa seharusnya tidak membawa kemarahan mereka ke ranah pribadi. Rumah seorang pejabat adalah wilayah privat yang seharusnya tetap dilindungi.

Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai bahwa insiden ini mencerminkan puncak frustrasi publik terhadap elite politik. “Ini memang salah, tapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa rakyat sudah sangat marah. Ketidakadilan yang terus terjadi membuat orang kehilangan kesabaran,” kata seorang aktivis mahasiswa.

Dampak Sosial dan Politik

Kerusakan rumah Ahmad Sahroni menjadi simbol ketegangan antara rakyat dan pejabat negara. Kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi keamanan pejabat di Indonesia. Apabila tidak segera diselesaikan, peristiwa serupa bisa terulang pada tokoh lain, yang pada akhirnya memperlebar jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selain itu, peristiwa ini juga bisa memengaruhi citra DPR RI di mata publik. Lembaga legislatif yang selama ini dinilai jauh dari rakyat kembali disorot dengan tajam. Aksi massa yang menyasar kediaman pribadi anggota DPR menunjukkan bahwa jarak sosial dan politik antara wakil rakyat dengan konstituennya semakin melebar.

Solidaritas Warga dan Dukungan

Sejumlah tokoh masyarakat di Tanjung Priok menyampaikan simpati mereka kepada keluarga Ahmad Sahroni. Mereka mengutuk aksi kekerasan yang terjadi dan meminta pemerintah untuk lebih peka dalam menanggapi aspirasi rakyat. Warga juga menekankan bahwa rumah pribadi seharusnya tidak menjadi sasaran amarah, karena bisa membahayakan keluarga yang ada di dalamnya.

Organisasi masyarakat sipil, termasuk lembaga advokasi hukum, turut mengingatkan bahwa tindakan perusakan masuk dalam ranah pidana yang bisa menjerat pelakunya. “Menyampaikan aspirasi boleh, tapi jangan melanggar hukum. Perusakan rumah jelas tindak pidana dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata seorang pengacara HAM.

Tagar Viral di Media Sosial

Peristiwa ini menjadi trending topic di media sosial. Tagar #RumahSahroni dan #DemoJakarta masuk daftar terpopuler di Twitter (X). Warganet terbelah dalam memberikan tanggapan. Ada yang mengecam keras tindakan massa, namun ada juga yang menganggap hal itu sebagai bentuk luapan kemarahan rakyat terhadap DPR RI.

Beberapa akun media sosial mengunggah video kondisi rumah Sahroni pasca-dirusak. Video tersebut memperlihatkan massa masuk ke ruang tamu, menghancurkan barang-barang, dan meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan.

Pelajaran dari Tragedi

Insiden penghancuran rumah Ahmad Sahroni memberikan sejumlah pelajaran penting bagi bangsa ini. Pertama, aparat keamanan harus lebih sigap dalam mengantisipasi potensi anarkisme dalam setiap demonstrasi. Kedua, pejabat negara harus lebih terbuka dalam mendengarkan suara rakyat sehingga gejolak sosial tidak berujung pada tindakan destruktif.

Ketiga, masyarakat sipil perlu terus mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi. Kekerasan hanya akan memperburuk keadaan dan memberi dampak negatif, baik bagi korban maupun gerakan itu sendiri. Tragedi ini juga seharusnya menjadi momentum refleksi bersama: bahwa demokrasi adalah tentang mencari solusi, bukan menghancurkan.

Kesimpulan

Peristiwa hancurnya rumah Ahmad Sahroni akibat amukan massa dalam demo Jakarta menambah panjang daftar insiden ricuh dalam sejarah aksi unjuk rasa di Indonesia. Meski demonstrasi adalah hak konstitusional, tindakan perusakan jelas merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak tegas.

Pemerintah, DPR, dan masyarakat kini dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana menciptakan ruang demokrasi yang sehat tanpa harus berujung pada kekerasan dan korban. Jika tidak segera ditangani dengan bijak, keretakan antara rakyat dan pejabat hanya akan semakin melebar.

Tragedi ini adalah peringatan bagi semua pihak: suara rakyat harus didengar, namun cara penyampaiannya harus tetap dalam koridor hukum dan kemanusiaan. Sebaliknya, pejabat publik juga harus menyadari bahwa setiap kebijakan mereka memiliki dampak langsung terhadap kehidupan rakyat kecil. Hanya dengan kesadaran itu, kepercayaan rakyat bisa dipulihkan.

Post a Comment for "Rumah Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Dihancurkan Massa Saat Demo Jakarta"