Youtube

Ribuan Ojol Iringi Pemakaman Affan Kurniawan, Driver Ojek Online yang Tewas Saat Demo

NAVIGASI.in – Jakarta – Suasana haru menyelimuti kawasan pemakaman pada Jumat (29/8/2025) siang ketika ribuan pengemudi ojek online (ojol) datang berbondong-bondong untuk mengantarkan kepergian salah satu rekan mereka, Affan Kurniawan (21), yang meninggal dunia setelah terlindas mobil taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta. Lautan jaket hijau memenuhi jalanan, sebagai tanda solidaritas sesama driver yang merasa kehilangan mendalam.

Ribuan Ojol Iringi Pemakaman Affan Kurniawan, Driver Ojek Online yang Tewas Saat Demo
Ribuan Ojol Iringi Pemakaman Affan Kurniawan, Driver Ojek Online yang Tewas Saat Demo


Kronologi Kejadian: Dua Ojol Jadi Korban

Peristiwa nahas ini terjadi ketika aksi demonstrasi yang digelar ribuan pengemudi ojol berlangsung di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/8/2025). Aksi tersebut mulanya berjalan damai, dengan tuntutan para pengemudi terkait kebijakan tarif dasar, regulasi perlindungan driver, dan penolakan kebijakan pajak baru yang dianggap memberatkan.

Namun, suasana berubah ricuh ketika massa pendemo dan aparat keamanan terlibat saling dorong. Dalam situasi yang semakin memanas, sebuah mobil taktis Brimob melintas di jalur kerumunan. Di tengah kepanikan, dua orang driver ojol menjadi korban. Mereka adalah Affan Kurniawan (21) dan Ummar (23). Affan mengalami luka sangat serius di bagian kepala dan dada, sementara Ummar mengalami patah tulang kaki dan tangan.

Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Namun, nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada malam hari akibat pendarahan hebat dan trauma benturan. Sementara itu, Ummar hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, kondisinya dikabarkan stabil meski harus menjalani operasi.

Baca juga : demo ricuh di DPR berujung duka driver Online meregang nyawa

Solidaritas Sesama Driver Ojol

Kabar meninggalnya Affan menyebar cepat melalui grup WhatsApp dan media sosial komunitas driver ojol. Rasa kehilangan begitu terasa, mengingat Affan dikenal sebagai sosok muda yang gigih bekerja demi membantu keluarganya. Ribuan ojol kemudian berinisiatif untuk mengawal proses pemakamannya dari rumah duka hingga ke liang lahat.

Sejak pagi hari, ribuan motor berjaket hijau dengan logo aplikasi ojek online terlihat memadati jalanan. Mereka datang dari berbagai wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bogor. Arus lalu lintas sempat tersendat akibat rombongan konvoi, namun semua berjalan tertib dan penuh rasa hormat.

“Kami datang untuk menghormati almarhum. Dia adalah saudara kami sesama driver. Kehilangan satu orang saja, rasanya seluruh keluarga besar ojol juga ikut kehilangan,” ujar salah satu driver bernama Hendra, yang rela menempuh perjalanan dari Bogor untuk hadir di pemakaman Affan.

Suasana Pemakaman Penuh Haru

Prosesi pemakaman Affan berlangsung di TPU kawasan Jakarta Timur. Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di lokasi pemakaman. Sang ibu terlihat lemas, berulang kali dipapah kerabat. Sementara sang ayah hanya bisa terdiam dengan mata berkaca-kaca menyaksikan ribuan orang hadir mengantarkan kepergian putra sulungnya.

Doa bersama dipanjatkan sebelum jenazah dimasukkan ke liang lahat. Ribuan driver ojol serempak mengangkat tangan, berdoa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Beberapa driver bahkan menyalakan hazard motor mereka sebagai bentuk penghormatan terakhir.

“Kami berharap keluarga diberi ketabahan. Affan pergi sebagai pejuang, memperjuangkan hak-hak kami. Semoga amal ibadahnya diterima,” ucap salah seorang perwakilan komunitas ojol saat memberikan sambutan.

Keluarga Affan: Kehilangan yang Tak Tergantikan

Affan Kurniawan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Usianya baru 21 tahun. Sehari-hari ia bekerja sebagai driver ojol untuk membantu perekonomian keluarga. Ibunya seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu.

Menurut keterangan keluarga, Affan dikenal sebagai anak yang penyayang dan bertanggung jawab. Ia bercita-cita ingin melanjutkan kuliah sambil tetap bekerja. Namun, nasib berkata lain. Kepergiannya yang begitu cepat menyisakan duka mendalam.

“Affan anak yang baik, tidak pernah membantah orang tua. Dia bekerja keras untuk adik-adiknya. Kami sangat kehilangan,” ungkap ibunda Affan dengan tangis tersedu-sedu.

Reaksi Publik dan Gelombang Empati

Kabar duka ini tidak hanya mengguncang komunitas ojol, tetapi juga masyarakat luas. Di media sosial, tagar #SelamatJalanAffan dan #KeadilanUntukOjol menjadi trending topic. Ribuan warganet menyampaikan belasungkawa dan menyuarakan keprihatinan atas insiden yang menimpa Affan dan Ummar.

Banyak pihak menilai aparat harus lebih humanis dalam menangani aksi demonstrasi. Tidak seharusnya nyawa rakyat melayang akibat tindakan represif. Sejumlah aktivis hak asasi manusia juga mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh dan transparan terkait insiden ini.

“Negara tidak boleh abai. Ini menyangkut nyawa manusia. Harus ada keadilan untuk Affan dan perlindungan bagi driver ojol yang berjuang demi kehidupan yang lebih layak,” tegas salah seorang pengamat sosial.

Tuntutan Driver Ojol Semakin Menguat

Kematian Affan justru membuat suara tuntutan driver ojol semakin lantang. Mereka mendesak pemerintah segera turun tangan meninjau ulang regulasi tarif dasar dan perlindungan hukum bagi para pengemudi. Selain itu, mereka menuntut adanya pertanggungjawaban dari pihak aparat terkait insiden yang menyebabkan dua orang korban jiwa dan luka.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada kejelasan. Almarhum Affan harus menjadi yang terakhir. Jangan ada lagi driver yang kehilangan nyawa karena berjuang menuntut keadilan,” ujar salah seorang koordinator aksi.

Perawatan Ummar Masih Berlanjut

Sementara itu, kondisi Ummar yang juga menjadi korban kini masih dalam perawatan intensif. Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa Ummar mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangan akibat terlindas mobil. Ia dijadwalkan menjalani serangkaian operasi dalam beberapa hari ke depan.

Komunitas ojol juga bergotong-royong menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Ummar dan mendukung keluarga Affan. Sejumlah posko solidaritas didirikan di berbagai daerah, menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan antar sesama driver.

Penutup: Selamat Jalan Affan

Kepergian Affan Kurniawan menjadi luka mendalam sekaligus pengingat bahwa perjuangan mencari nafkah di jalanan penuh risiko. Ia pergi di usia muda, namun meninggalkan pesan kuat tentang persaudaraan, solidaritas, dan perjuangan hak-hak driver ojol.

Ribuan ojol yang mengantarnya ke pemakaman bukan sekadar konvoi, melainkan simbol persatuan dan tekad untuk terus memperjuangkan keadilan. Kini, nama Affan akan selalu dikenang sebagai pejuang muda yang gugur dalam perjuangan.

“Selamat jalan Affan. Doa kami selalu menyertaimu.”


Editor: Tim Navigasi.in

Catatan: Artikel ini disusun untuk meluruskan informasi agar tidak ada simpang siur terkait korban dalam aksi demo. Terdapat dua korban ojol, yaitu Affan yang meninggal dunia dan Ummar yang masih menjalani perawatan intensif.

Post a Comment for "Ribuan Ojol Iringi Pemakaman Affan Kurniawan, Driver Ojek Online yang Tewas Saat Demo"