Divisi Propam Polri Rilis Identitas 7 Anggota Brimob Polda Metro dalam Kasus Kematian Affan Kurniawan
NAVIGASI.IN – Jakarta, Jumat (29/8/2025) – Kasus meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tragis yang terjadi saat aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI ini kini memasuki babak baru, setelah Divisi Propam Polri merilis identitas serta menampilkan wajah tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang diduga terlibat langsung dalam insiden tersebut.
![]() |
Divisi Propam Polri Rilis Identitas 7 Anggota Brimob Polda Metro dalam Kasus Kematian Affan Kurniawan |
Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jakarta, jajaran Divisi Propam menghadirkan ketujuh anggota Brimob tersebut dengan mengenakan seragam kaos hijau tahanan. Mereka duduk berjejer di depan awak media, dengan dua perwira pengawas berdiri di belakang mereka. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Polri sedang berusaha menunjukkan komitmen dalam menangani kasus yang telah memicu kemarahan publik tersebut.
Kronologi Singkat Insiden
Peristiwa berawal ketika ribuan massa aksi dari berbagai elemen buruh, mahasiswa, dan pengemudi ojek online menggelar unjuk rasa pada Senin (25/8/2025) lalu di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Aksi yang awalnya berlangsung damai berujung ricuh setelah adanya bentrokan antara aparat dan massa. Dalam kericuhan tersebut, satu unit kendaraan taktis milik Brimob diduga melindas dua pengemudi ojek online yang berada di lokasi.
Salah satu korban, Affan Kurniawan (21 tahun), meninggal dunia akibat luka parah, sementara rekannya, Ummar, mengalami patah tulang dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kabar meninggalnya Affan menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan netizen, serta gelombang protes lanjutan terhadap aparat kepolisian.
Divisi Propam Bertindak
Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan internal terhadap puluhan personel Brimob yang bertugas di lapangan saat kejadian. Hasil penyelidikan sementara mengerucut pada tujuh anggota yang dinilai memiliki keterlibatan langsung maupun tidak langsung.
Pada Kamis malam, Divisi Propam secara resmi merilis identitas dan menampilkan wajah ketujuh anggota Brimob tersebut ke publik. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan transparansi sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri yang belakangan sering menuai kritik akibat kasus-kasus serupa.
Pernyataan Resmi Polri
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol **(nama fiktif)**, dalam keterangannya menegaskan bahwa Polri tidak akan menutupi kasus ini dan siap menyeret siapa pun yang bersalah ke meja hijau.
“Kami memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Tidak ada yang kebal hukum, termasuk anggota kepolisian sendiri. Saat ini, tujuh anggota Brimob sudah ditahan di ruang khusus Propam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses hukum terhadap para anggota Brimob tersebut akan berjalan dua jalur sekaligus: proses pidana umum dan proses etik internal. Jika terbukti bersalah, mereka tidak hanya akan dipecat secara tidak hormat, tetapi juga dapat dijatuhi hukuman pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Reaksi Publik
Rilis resmi dari Divisi Propam ini disambut beragam reaksi. Sebagian masyarakat mengapresiasi langkah transparansi yang jarang terjadi, namun sebagian lainnya menilai ini hanya langkah pencitraan sementara tanpa ada jaminan keadilan nyata.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak agar proses hukum benar-benar berjalan hingga tuntas. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, misalnya, menyatakan akan mengawal kasus ini hingga ke persidangan agar tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami menuntut agar kasus ini tidak hanya berhenti di level individu, tetapi juga menyentuh aspek komando. Harus ada pertanggungjawaban struktural, karena jelas ada kelalaian dalam pengendalian aparat di lapangan,” ujar salah satu perwakilan LBH.
Keluarga Korban Menangis, Tuntut Keadilan
Keluarga besar Affan Kurniawan masih diliputi duka mendalam. Ayah almarhum menyatakan bahwa keluarganya tidak akan berhenti menuntut keadilan. Menurutnya, anaknya hanya berniat mencari nafkah dengan mengantarkan penumpang, namun justru harus meregang nyawa di tengah situasi ricuh.
“Anak saya bukan penjahat, dia hanya cari rejeki. Kenapa harus jadi korban? Kami minta keadilan ditegakkan seadil-adilnya,” ucap sang ayah dengan mata berkaca-kaca.
Sejumlah rekan seprofesi almarhum, yaitu sesama pengemudi ojek online, juga menyampaikan solidaritas mereka dengan menggelar doa bersama di berbagai titik di Jakarta. Di media sosial, tagar #KeadilanUntukAffan bahkan sempat menjadi trending topic nasional.
Dampak Terhadap Citra Polri
Kasus ini kembali menguji komitmen Polri dalam upaya melakukan reformasi internal. Selama ini, masyarakat kerap menaruh curiga terhadap mekanisme penegakan hukum di tubuh Polri, khususnya ketika melibatkan aparat sendiri. Transparansi yang ditunjukkan Propam kali ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa tantangan terbesar bukan hanya menampilkan wajah anggota yang diduga terlibat, melainkan memastikan bahwa proses hukum benar-benar dijalankan tanpa intervensi dan tanpa pengaburan fakta.
Langkah Lanjutan
Menurut informasi resmi, ketujuh anggota Brimob tersebut akan segera menjalani sidang etik internal pekan depan. Selain itu, berkas perkara mereka juga tengah dipersiapkan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan agar dapat segera masuk tahap persidangan di pengadilan umum.
Polri juga menyatakan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) penanganan unjuk rasa, khususnya terkait penggunaan kendaraan taktis di tengah kerumunan massa. Evaluasi ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Kesimpulan
Kasus kematian Affan Kurniawan telah menjadi titik krusial dalam perjalanan reformasi kepolisian di Indonesia. Transparansi yang ditunjukkan melalui rilis resmi tujuh anggota Brimob oleh Divisi Propam menjadi langkah penting, namun belum cukup. Publik masih menanti bukti nyata bahwa Polri benar-benar serius menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Apapun hasil akhirnya, satu hal yang pasti: nama Affan Kurniawan akan selalu dikenang sebagai simbol perjuangan rakyat kecil yang menuntut keadilan di negeri ini.
Post a Comment for "Divisi Propam Polri Rilis Identitas 7 Anggota Brimob Polda Metro dalam Kasus Kematian Affan Kurniawan"