Youtube

Binance Bekukan Hampir $50 Juta dari Penipuan "Pig Butchering", Skema Kripto Paling Canggih Tahun Ini

Navigasi.in – 30 Agustus 2025. Dunia kripto kembali diguncang oleh kasus penipuan berskala besar. CEO Binance, Richard Teng, mengonfirmasi bahwa bursa kripto terbesar di dunia tersebut berhasil membekukan hampir $50 juta aset digital yang terkait dengan praktik penipuan "pig butchering". Operasi internasional ini melibatkan kolaborasi antara Binance, lembaga penegak hukum di kawasan Asia-Pasifik (APAC), perusahaan analitik blockchain Chainalysis, serta penerbit stablecoin utama. Langkah tersebut dipuji sebagai salah satu tindakan paling tegas dalam melawan penipuan kripto tahun ini.

Binance Bekukan Hampir $50 Juta dari Penipuan "Pig Butchering", Skema Kripto Paling Canggih Tahun Ini
Binance Bekukan Hampir $50 Juta dari Penipuan "Pig Butchering", Skema Kripto Paling Canggih Tahun Ini


Apa Itu "Pig Butchering" Scam?

Istilah pig butchering atau "penyembelihan babi" mengacu pada jenis penipuan online yang sangat sistematis dan manipulatif. Modus ini biasanya dimulai dengan pendekatan halus, sering kali melalui media sosial, aplikasi kencan, atau platform pesan instan. Para pelaku meluangkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk membangun kepercayaan dengan korban. Setelah korban merasa aman, mereka perlahan diarahkan untuk melakukan investasi pada platform kripto palsu yang sebenarnya dikendalikan penipu.

Korban biasanya digiring untuk menyetor dana dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Saat korban melihat "keuntungan" semu yang ditampilkan di platform penipu, mereka terdorong untuk menyetor lebih banyak uang. Dalam banyak kasus, korban bahkan sampai rela menjual aset atau meminjam dana dengan harapan mendapat imbal hasil besar. Namun begitu uang dalam jumlah besar terkumpul, para penipu menghilang, meninggalkan korban dengan kerugian finansial besar.

Operasi Internasional: Dari Pelacakan Hingga Pembekuan

Pada kasus terbaru ini, Chainalysis memainkan peran penting dalam pelacakan transaksi. Dengan teknologi analitik blockchain, mereka berhasil mengidentifikasi puluhan transfer yang mengalir ke dompet konsolidasi, sebelum akhirnya berakhir pada lima alamat dompet besar yang memegang sekitar $47 juta dalam bentuk stablecoin USDT.

Pada bulan Juni 2025, otoritas bersama Binance bergerak cepat untuk membekukan dana tersebut. Aksi ini mencegah para pelaku mengonversi aset digital tersebut ke mata uang fiat, yang jika berhasil dilakukan akan membuat uang hasil kejahatan itu sulit dilacak.

“Kami bangga dengan kerja tim kami dalam operasi internasional besar ini. Dengan berkolaborasi dengan Chainalysis dan otoritas APAC, kami membantu membekukan ~$50M, melindungi korban yang rentan dari penipuan yang canggih. Inilah arti membangun ekosistem yang lebih aman untuk semua.” – Richard Teng, CEO Binance.

Binance dan Jaringan Beacon

Keberhasilan ini bukanlah langkah tunggal. Menariknya, hanya sepekan sebelumnya Binance bersama Coinbase, Ripple, dan beberapa perusahaan besar lainnya meluncurkan jaringan baru bernama Beacon. Sistem ini dirancang untuk melacak dan memblokir aset kripto yang dicuri secara real-time di seluruh industri. Dengan adanya Beacon, kerja sama antar-bursa menjadi lebih solid dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas batas di dunia kripto.

Konteks Regulasi dan Implikasi Global

Kabar baik ini datang bersamaan dengan tinjauan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) di Amerika Serikat terkait aturan perdagangan kripto lintas batas. Selama bertahun-tahun, Binance sempat mendapat sorotan tajam dari regulator AS karena dianggap beroperasi tanpa izin resmi. Namun, keberhasilan mereka dalam membantu memberantas penipuan skala global ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa Binance kini semakin terbuka bekerja sama dengan regulator dan pihak berwenang.

Bagi para pengguna di AS, hal ini bisa menjadi titik balik. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat, pengguna Amerika tidak hanya dapat mengakses Binance.US yang terbatas, tetapi juga bisa kembali menggunakan platform global Binance dengan pengawasan regulasi yang lebih ketat.

Skema Penipuan Kripto: Tantangan yang Semakin Kompleks

Menurut laporan dari lembaga keamanan siber internasional, kerugian akibat penipuan kripto global tahun 2024–2025 mencapai lebih dari $10 miliar. Dari jumlah tersebut, pig butchering menjadi salah satu penyumbang terbesar. Modus ini berkembang karena memanfaatkan kerentanan psikologis manusia, bukan hanya kelemahan teknis sistem blockchain.

Penipu biasanya menggunakan identitas palsu, foto profil menarik, hingga cerita hidup yang menyentuh untuk menarik simpati korban. Dengan pendekatan ini, mereka mampu menjebak tidak hanya investor pemula, tetapi juga orang-orang berpendidikan dan berpengalaman. Inilah mengapa pig butchering disebut-sebut sebagai "scam paling berbahaya di era digital".

Dampak Sosial dan Ekonomi

Dampak penipuan ini tidak hanya berupa kerugian finansial. Banyak korban yang mengalami trauma psikologis mendalam. Sebagian bahkan merasa malu melapor karena takut dicap "bodoh". Ada juga korban yang sampai kehilangan keluarga, pekerjaan, bahkan nyawa akibat stres berat. Oleh karena itu, pembekuan dana oleh Binance dipandang bukan hanya sekadar langkah finansial, tetapi juga tindakan perlindungan terhadap masyarakat luas.

Kerja Sama Publik-Swasta: Kunci Masa Depan Kripto Aman

Richard Teng menekankan bahwa operasi ini adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi publik-swasta dapat melindungi ekosistem. Dengan bekerja sama, bursa kripto, lembaga pemerintah, dan penyedia teknologi blockchain bisa membangun sistem finansial digital yang lebih aman. Jika pola kerja sama ini diperluas, diharapkan kejahatan kripto lintas negara bisa ditekan secara signifikan.

Kesimpulan

Pembekuan hampir $50 juta aset dari pig butchering scam oleh Binance adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah perang melawan penipuan kripto. Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun para penipu semakin canggih, teknologi pelacakan blockchain, ditambah kerja sama global, mampu menghadang mereka. Bagi investor, kasus ini juga menjadi pengingat keras bahwa dunia kripto tetap penuh risiko dan kewaspadaan adalah kunci.

Ke depan, dengan hadirnya jaringan seperti Beacon dan regulasi yang semakin matang, dunia kripto diharapkan bisa menjadi tempat yang lebih aman, transparan, dan terpercaya. Binance kini berada di posisi penting untuk membuktikan bahwa industri kripto tidak hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dalam melindungi jutaan penggunanya di seluruh dunia.

Post a Comment for "Binance Bekukan Hampir $50 Juta dari Penipuan "Pig Butchering", Skema Kripto Paling Canggih Tahun Ini"