Bitcoin Hari Ini Naik, Ini Strategi Beli dan Jual yang Perlu Diperhatikan Investor
Navigasi.in – Harga Bitcoin kembali menjadi perhatian pasar cryptocurrency pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pergerakan BTC yang menguat dari area support sebelumnya membuat investor dan trader kembali mempertimbangkan strategi untuk melakukan pembelian maupun mengambil keuntungan.
![]() |
| Bitcoin Hari Ini Naik, Ini Strategi Beli dan Jual yang Perlu Diperhatikan Investor |
Bitcoin merupakan aset cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar sehingga pergerakannya sering menjadi indikator penting bagi kondisi pasar aset digital secara keseluruhan. Ketika BTC menguat, sejumlah altcoin biasanya ikut mendapatkan sentimen positif. Sebaliknya, ketika Bitcoin mengalami koreksi tajam, pasar cryptocurrency secara umum juga dapat terkena tekanan.
Dalam kondisi seperti sekarang, pertanyaan yang paling banyak muncul bukan hanya apakah Bitcoin akan naik, tetapi juga kapan waktu yang relatif lebih menarik untuk membeli dan pada harga berapa investor dapat mulai melakukan penjualan untuk mengambil keuntungan.
Strategi tersebut menjadi semakin penting karena Bitcoin tidak bergerak secara lurus. Setelah mengalami penurunan atau konsolidasi, harga dapat memantul dengan cepat, tetapi pada saat yang sama resistance tertentu dapat memicu aksi ambil untung dan menyebabkan harga kembali turun.
Bitcoin Kembali Menguat Setelah Bergerak di Area Support
Pergerakan Bitcoin pada perdagangan hari ini menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah sebelumnya berada di sekitar area US$63.000 hingga US$64.000. BTC sempat bergerak menuju kawasan US$65.000, tetapi area tersebut masih menjadi salah satu resistance penting bagi pasar.
Penguatan ini membuat sebagian pelaku pasar kembali optimistis. Namun, kenaikan jangka pendek belum otomatis berarti Bitcoin telah memasuki tren bullish baru yang kuat.
Investor perlu membedakan antara rebound atau pemantulan harga dengan perubahan tren jangka menengah dan panjang. Rebound biasanya terjadi ketika pembeli masuk setelah harga mengalami tekanan. Sementara itu, perubahan tren memerlukan konfirmasi yang lebih kuat, misalnya penembusan resistance penting disertai volume perdagangan yang meningkat.
Karena itu, kenaikan Bitcoin menuju US$65.000 menjadi area yang perlu diperhatikan. Apabila BTC berhasil menembus resistance tersebut dan mampu bertahan di atasnya, peluang untuk melanjutkan kenaikan akan semakin terbuka.
Kenapa Bitcoin Naik Hari Ini?
Ada beberapa faktor yang dapat membantu menjelaskan mengapa Bitcoin kembali mendapatkan tekanan beli. Salah satunya adalah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Bitcoin dan aset berisiko lainnya sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Ketika investor memperkirakan kebijakan moneter akan lebih longgar, aset yang memiliki risiko lebih tinggi sering mendapatkan tambahan minat.
Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga menjadi perhatian. Penurunan yield dapat membuat sebagian investor kembali mempertimbangkan aset berisiko, termasuk cryptocurrency.
Faktor lain adalah arus dana menuju produk investasi Bitcoin, termasuk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Jika dana institusional kembali masuk secara konsisten, hal tersebut dapat menjadi sumber permintaan yang mendukung harga BTC.
Namun demikian, investor tetap harus berhati-hati. Arus dana ETF dapat berubah dengan cepat. Begitu pula dengan sentimen makroekonomi. Perubahan pernyataan pejabat Federal Reserve, data inflasi, data tenaga kerja, maupun pergerakan yield Treasury dapat memengaruhi pasar cryptocurrency.
Area US$65.000 Menjadi Resistance Penting
Salah satu level yang paling menarik untuk diperhatikan adalah sekitar US$65.000. Level psikologis tersebut berada dekat dengan area resistance yang sebelumnya menahan kenaikan Bitcoin.
Jika BTC berkali-kali gagal melewati US$65.000, trader jangka pendek dapat menganggap bahwa masih terdapat tekanan jual yang cukup besar pada area tersebut.
Sebaliknya, apabila Bitcoin berhasil menembus US$65.000 dan bertahan di atasnya, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa pembeli mulai memiliki kendali lebih besar.
Konfirmasi akan menjadi hal yang penting. Penembusan sesaat atau breakout palsu tidak selalu berarti harga akan terus naik. Dalam beberapa kondisi, Bitcoin dapat menembus resistance selama beberapa jam lalu kembali turun karena trader mengambil keuntungan.
Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Membeli Bitcoin?
Jawabannya bergantung pada tujuan investasi, toleransi risiko dan harga Bitcoin yang sudah dimiliki investor. Bagi investor jangka panjang, pembelian bertahap dapat menjadi salah satu pendekatan yang lebih masuk akal dibandingkan mencoba menebak titik terendah secara sempurna.
Investor tidak harus memasukkan seluruh modal sekaligus. Modal dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan digunakan pada level harga yang berbeda.
Contohnya, apabila seseorang memiliki modal Rp1 juta, modal tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Sebagian dapat digunakan ketika harga berada di sekitar area US$64.000, sementara dana lainnya disiapkan apabila BTC mengalami koreksi menuju US$63.000 atau US$62.000.
Pendekatan seperti ini dikenal sebagai pembelian bertahap. Tujuannya bukan memastikan investor membeli pada harga terendah, melainkan mengurangi risiko akibat masuk dengan seluruh modal pada satu titik harga.
Strategi Beli Bertahap Bitcoin
Salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan trader dengan modal terbatas adalah membagi pembelian menjadi beberapa tahap.
Misalnya, modal dibagi menjadi empat bagian. Pembelian pertama dilakukan ketika Bitcoin berada di sekitar US$64.000. Pembelian kedua dapat dipertimbangkan apabila BTC turun menuju US$63.000. Bagian berikutnya dapat disiapkan di sekitar US$62.000 hingga US$62.500.
Sementara sebagian kecil dana dapat disimpan untuk menghadapi skenario berbeda, yaitu ketika Bitcoin justru menembus resistance dan bergerak kuat di atas US$66.000.
Strategi tersebut memiliki kelebihan karena investor tidak harus memilih satu skenario. Jika harga turun, masih tersedia modal untuk melakukan pembelian berikutnya. Jika harga justru naik dan breakout, sebagian modal tetap tersedia untuk mengikuti momentum.
Contoh Pembagian Modal Rp1 Juta
Sebagai ilustrasi sederhana, investor dengan modal Rp1 juta dapat membuat pembagian sebagai berikut:
- Rp250.000 untuk pembelian awal.
- Rp300.000 apabila Bitcoin turun mendekati US$63.000.
- Rp300.000 apabila Bitcoin turun menuju US$62.000–US$62.500.
- Rp150.000 disimpan untuk menghadapi breakout di atas US$66.000.
Pembagian tersebut bukan rekomendasi investasi yang menjamin keuntungan. Tujuannya hanya memberikan contoh bagaimana investor dapat menghindari penggunaan seluruh modal pada satu harga.
Investor juga harus memperhitungkan biaya transaksi, spread dan risiko perubahan harga rupiah terhadap dolar AS apabila menggunakan platform yang menampilkan harga BTC dalam pasangan dolar.
Kapan Sebaiknya Bitcoin Dijual?
Untuk trader jangka pendek, area US$69.000 hingga US$70.000 dapat menjadi salah satu target psikologis yang menarik untuk diperhatikan apabila Bitcoin berhasil melewati resistance US$65.000–US$66.000.
Namun, mengambil keuntungan tidak harus dilakukan sekaligus. Investor dapat menggunakan strategi take profit bertahap.
Misalnya, sebagian kepemilikan dijual ketika BTC mendekati US$69.000–US$70.000. Jika harga kemudian melanjutkan kenaikan, sebagian Bitcoin masih tersisa sehingga investor tetap memiliki kesempatan mendapatkan keuntungan tambahan.
Jika BTC terus menguat menuju US$72.000–US$75.000, investor dapat kembali mempertimbangkan untuk mengambil keuntungan sebagian.
Strategi ini berbeda dengan mencoba menjual seluruh Bitcoin tepat di puncak. Tidak ada metode yang mampu memastikan titik tertinggi pasar secara konsisten.
Target US$70.000 Menjadi Perhatian
Angka US$70.000 memiliki arti psikologis bagi pasar Bitcoin karena merupakan level bulat yang mudah diperhatikan trader.
Apabila Bitcoin mampu mencapai US$70.000 setelah menembus US$65.000 dan US$66.000, maka trader akan melihat apakah volume pembelian masih kuat atau mulai terjadi aksi ambil untung.
Jika volume perdagangan meningkat dan harga tetap bertahan, peluang melanjutkan tren naik dapat menjadi lebih baik. Sebaliknya, apabila BTC menyentuh US$70.000 tetapi langsung mengalami penolakan tajam, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa sebagian pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan.
Bagaimana Jika Bitcoin Gagal Menembus US$65.000?
Skenario lain yang tidak boleh diabaikan adalah Bitcoin kembali gagal melewati resistance.
Jika harga terus ditolak di sekitar US$65.000–US$66.000, trader dapat kembali memperhatikan area support US$63.000 hingga US$64.000.
Apabila support tersebut bertahan, Bitcoin masih memiliki peluang melakukan pemantulan berikutnya. Tetapi jika BTC menembus support dengan tekanan jual besar, risiko penurunan menuju level yang lebih rendah akan meningkat.
Karena itu, membeli Bitcoin hanya karena harga sedang naik bukan strategi yang ideal. Trader sebaiknya menentukan terlebih dahulu level masuk, target keuntungan dan batas risiko.
Bagaimana Jika Bitcoin Turun ke US$62.000?
Penurunan menuju US$62.000 tidak otomatis berarti Bitcoin memasuki pasar bearish besar. Dalam pasar cryptocurrency, koreksi sebesar beberapa persen dapat terjadi dalam waktu singkat.
Bagi investor yang menggunakan strategi pembelian bertahap, koreksi tersebut justru dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh harga rata-rata yang lebih rendah, selama fundamental dan kondisi pasar masih sesuai dengan tesis investasinya.
Namun, investor tidak boleh menganggap setiap penurunan sebagai kesempatan membeli tanpa batas. Jika struktur pasar berubah secara signifikan, strategi harus dievaluasi kembali.
Pentingnya Cut Loss
Salah satu kesalahan umum trader pemula adalah membeli Bitcoin tanpa menentukan batas kerugian.
Ketika harga turun, trader berharap harga akan segera kembali. Jika penurunan terus berlanjut, posisi yang awalnya dimaksudkan untuk trading jangka pendek akhirnya berubah menjadi investasi jangka panjang karena investor tidak mau menjual dalam kondisi rugi.
Untuk menghindari kondisi tersebut, trader dapat menentukan batas risiko sebelum melakukan pembelian.
Contohnya, jika seseorang melakukan pembelian karena menganggap breakout US$66.000 valid, tetapi Bitcoin kemudian kembali jatuh di bawah area breakout dengan tekanan jual besar, trader dapat mengevaluasi kembali posisi tersebut.
Besaran cut loss tidak dapat disamaratakan untuk semua investor karena bergantung pada strategi, volatilitas, ukuran posisi dan toleransi risiko.
Jangan Menggunakan Seluruh Modal untuk Bitcoin
Bitcoin merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Harga dapat bergerak beberapa persen dalam waktu relatif singkat.
Karena itu, menggunakan seluruh tabungan untuk membeli BTC memiliki risiko besar. Dana kebutuhan sehari-hari, dana darurat dan uang yang dibutuhkan dalam waktu dekat sebaiknya tidak digunakan untuk trading cryptocurrency.
Modal trading seharusnya merupakan dana yang sanggup ditanggung apabila mengalami kerugian.
Bagaimana dengan Investor yang Sudah Memiliki Bitcoin?
Investor yang sudah memiliki Bitcoin sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan satu hari.
Jika harga rata-rata pembelian berada jauh di bawah harga pasar, strategi mengambil keuntungan sebagian dapat menjadi pilihan. Dengan menjual sebagian kepemilikan, investor dapat mengamankan sebagian profit sekaligus tetap mempertahankan eksposur terhadap kenaikan berikutnya.
Misalnya, investor memiliki 0,01 BTC. Daripada menjual seluruh kepemilikan pada satu harga, investor dapat membaginya menjadi beberapa target penjualan.
Sebagian dapat dijual ketika BTC mencapai US$69.000–US$70.000, sebagian lagi pada area US$72.000–US$75.000, sementara sisanya dapat dipertahankan jika tren naik berlanjut.
Jangan Mengejar Harga Saat FOMO
FOMO atau fear of missing out merupakan salah satu risiko terbesar dalam perdagangan cryptocurrency.
Ketika Bitcoin naik dengan cepat, banyak investor merasa takut ketinggalan. Akibatnya, mereka membeli pada saat harga sudah terlalu tinggi dan kemudian mengalami kerugian ketika terjadi koreksi.
Strategi yang lebih disiplin adalah menentukan level pembelian sebelum melakukan transaksi.
Jika harga tidak mencapai level yang diinginkan, tidak ada kewajiban untuk membeli. Pasar cryptocurrency buka sepanjang waktu sehingga selalu terdapat kesempatan lain.
Perhatikan Volume Perdagangan
Selain harga, volume merupakan indikator yang dapat membantu trader membaca kekuatan pergerakan.
Breakout dengan volume tinggi biasanya dianggap lebih meyakinkan dibandingkan breakout yang terjadi dengan volume rendah.
Namun, volume juga tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya indikator. Trader perlu mempertimbangkan struktur harga, sentimen pasar, kondisi makroekonomi dan arus dana.
ETF Bitcoin dan Peran Investor Institusional
Salah satu perubahan besar dalam pasar Bitcoin beberapa tahun terakhir adalah meningkatnya akses investor institusional melalui produk ETF Bitcoin spot.
ETF memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin melalui instrumen pasar tradisional tanpa harus mengelola wallet cryptocurrency secara langsung.
Jika terjadi arus dana masuk yang konsisten ke ETF Bitcoin, permintaan tidak langsung tersebut dapat menjadi faktor pendukung harga.
Sebaliknya, arus keluar besar dari produk investasi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap pasar.
Karena itu, investor yang melakukan trading Bitcoin juga dapat memperhatikan data arus ETF sebagai salah satu informasi tambahan.
Pengaruh Federal Reserve terhadap Bitcoin
Kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat merupakan salah satu faktor makro yang sering diperhatikan oleh pasar cryptocurrency.
Ketika pasar memperkirakan suku bunga akan turun atau kebijakan moneter menjadi lebih longgar, aset berisiko seperti Bitcoin dapat memperoleh sentimen positif.
Sebaliknya, apabila inflasi kembali tinggi dan bank sentral memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat, Bitcoin dapat menghadapi tekanan.
Hubungan tersebut bukan berarti Bitcoin selalu naik ketika suku bunga turun. Banyak faktor lain yang memengaruhi harga. Namun, likuiditas global dan kondisi keuangan tetap menjadi faktor penting bagi aset berisiko.
Risiko Bitcoin Tetap Tinggi
Meskipun prospek Bitcoin terlihat positif dalam skenario tertentu, investor tidak boleh melupakan risiko.
Bitcoin dapat mengalami koreksi tajam. Pergerakan harga cryptocurrency juga dapat dipengaruhi berita regulasi, kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi global, peretasan platform, perubahan sentimen investor dan faktor geopolitik.
Karena itu, tidak ada level harga yang dapat disebut sebagai harga pasti untuk membeli atau menjual.
Level US$62.000, US$63.000, US$65.000, US$66.000, US$70.000 maupun US$75.000 hanyalah area analisis dan bukan jaminan bahwa harga akan menyentuh atau bertahan pada level tersebut.
Strategi Berdasarkan Skenario
Daripada mencoba memprediksi satu arah pasar, trader dapat membuat beberapa skenario.
Skenario Pertama: Bitcoin Menembus US$66.000
Jika BTC berhasil menembus US$66.000 dengan volume yang kuat dan mampu bertahan di atasnya, momentum bullish dapat semakin kuat.
Dalam kondisi tersebut, trader yang sebelumnya menunggu dapat mempertimbangkan posisi mengikuti breakout dengan ukuran yang terkontrol.
Target berikutnya dapat diarahkan menuju US$69.000–US$70.000.
Skenario Kedua: Bitcoin Bertahan di US$63.000–US$65.000
Jika Bitcoin terus bergerak sideways, strategi membeli secara bertahap di dekat support dan mengurangi posisi mendekati resistance dapat dipertimbangkan oleh trader berpengalaman.
Namun, strategi tersebut membutuhkan disiplin dan pengelolaan risiko karena breakout dapat terjadi kapan saja.
Skenario Ketiga: Bitcoin Turun di Bawah US$63.000
Jika support US$63.000 ditembus secara meyakinkan, trader sebaiknya tidak terburu-buru melakukan pembelian hanya karena harga terlihat lebih murah.
Harga murah belum tentu berarti harga sudah berada di dasar.
Investor dapat menunggu terbentuknya support baru dan melihat apakah tekanan jual mulai mereda sebelum melakukan pembelian berikutnya.
Strategi untuk Modal Kecil
Bagi investor dengan modal hanya Rp200.000 atau Rp500.000, strategi utama sebaiknya bukan mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat.
Modal kecil tetap dapat digunakan untuk belajar memahami pergerakan pasar. Yang lebih penting adalah membangun disiplin, memahami risiko dan menghindari transaksi berlebihan.
Biaya transaksi juga harus diperhatikan. Terlalu sering melakukan jual beli dengan modal kecil dapat membuat biaya transaksi mengurangi potensi keuntungan.
Investor modal kecil dapat mempertimbangkan pembelian berkala dibandingkan melakukan trading setiap kali harga bergerak sedikit.
Jangan Terjebak Leverage
Leverage dapat memperbesar potensi keuntungan, tetapi juga memperbesar potensi kerugian.
Pergerakan Bitcoin sebesar beberapa persen dapat berdampak jauh lebih besar terhadap posisi yang menggunakan leverage tinggi.
Trader pemula sebaiknya memahami mekanisme margin, likuidasi dan biaya pendanaan sebelum menggunakan produk derivatif.
Untuk investor yang belum memahami risiko tersebut, membeli Bitcoin secara spot tanpa leverage biasanya lebih sederhana untuk dipahami.
Apakah Bitcoin Bisa Menuju US$70.000?
Secara teknikal, peluang menuju US$70.000 terbuka apabila Bitcoin berhasil melewati resistance US$65.000–US$66.000.
Namun, target tersebut tidak dapat dianggap sebagai kepastian.
Bitcoin membutuhkan momentum pembelian yang cukup kuat untuk mempertahankan tren naik. Jika volume melemah atau terjadi perubahan sentimen makro, harga dapat kembali mengalami koreksi sebelum mencapai target tersebut.
Karena itu, investor sebaiknya menggunakan pendekatan probabilitas, bukan kepastian.
Kesimpulan
Penguatan Bitcoin pada 19 Agustus 2026 memberikan angin segar bagi pasar cryptocurrency setelah BTC sebelumnya bergerak di sekitar US$63.000–US$64.000.
Namun, area US$65.000–US$66.000 masih menjadi zona penting yang harus ditembus sebelum momentum bullish jangka pendek dapat dikatakan semakin kuat.
Bagi investor yang belum memiliki Bitcoin, mengejar harga ketika BTC sedang naik bukan pilihan yang ideal. Pembelian bertahap di sekitar area support dapat menjadi pendekatan yang lebih disiplin, sementara sebagian dana dapat disimpan untuk menghadapi breakout.
Bagi investor yang sudah memiliki BTC, mengambil keuntungan secara bertahap di area US$69.000–US$70.000 dan kemudian US$72.000–US$75.000 dapat dipertimbangkan apabila tren naik berlanjut.
Yang paling penting adalah tidak menggunakan seluruh modal dalam satu transaksi, tidak membeli karena FOMO dan selalu memiliki rencana apabila harga bergerak berlawanan dengan perkiraan.
Bitcoin tetap merupakan aset berisiko tinggi. Level harga dalam artikel ini merupakan ilustrasi analisis pasar dan bukan jaminan keuntungan maupun rekomendasi investasi. Setiap investor perlu menyesuaikan keputusan dengan kondisi keuangan, tujuan investasi dan kemampuan menanggung risiko masing-masing.
Disclaimer
Artikel ini disusun sebagai informasi dan edukasi mengenai pergerakan Bitcoin dan strategi pengelolaan posisi. Informasi di dalam artikel bukan merupakan nasihat keuangan, ajakan membeli atau menjual aset cryptocurrency, maupun jaminan bahwa harga Bitcoin akan mencapai target tertentu. Cryptocurrency memiliki risiko volatilitas yang tinggi dan investor dapat kehilangan sebagian atau seluruh modal yang digunakan.
Disclaimer investasi: Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/ DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi. Jangan menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat untuk aktivitas perdagangan aset berisiko tinggi.

Posting Komentar untuk "Bitcoin Hari Ini Naik, Ini Strategi Beli dan Jual yang Perlu Diperhatikan Investor"