Aksi Heroik Anggota Satlantas Polres Pesisir Barat Selamatkan Balita Tenggelam di Muara Sungai Krui
Pesisir Barat, Navigasi.in – Sebuah aksi heroik yang mengundang haru dan apresiasi luas masyarakat terjadi pada Rabu pagi (20/5) di wilayah hukum Polres Pesisir Barat. Di tengah pelaksanaan patroli rutin, dua anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesisir Barat menunjukkan dedikasi dan keberanian luar biasa saat menyelamatkan seorang balita yang tenggelam di Muara Sungai, Kelurahan Pasar Krui.
![]() |
| Aksi Heroik Anggota Satlantas Polres Pesisir Barat Selamatkan Balita Tenggelam di Muara Sungai Krui |
Kedua personel tersebut adalah Briptu Senja Pramudia, S.H., M.H., dan Bripda Riski Rahmatullah Solihin. Tanpa ragu dan tanpa mempertimbangkan risiko keselamatan pribadi, Bripda Riski langsung menceburkan diri ke muara sungai untuk mengevakuasi korban yang diketahui bernama Elfano, seorang anak laki-laki berusia 2,5 tahun.
Beruntung, berkat kesigapan, kecepatan respons, serta koordinasi yang baik antara petugas dan warga sekitar, balita tersebut berhasil diselamatkan dan segera dilarikan ke Puskesmas Krui untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Kronologi Kejadian di Muara Sungai Pasar Krui
Peristiwa tersebut bermula saat anggota Satlantas Polres Pesisir Barat melaksanakan patroli rutin di kawasan Pasar Krui dan sekitarnya. Patroli rutin ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan masyarakat di wilayah pesisir yang cukup ramai aktivitas, khususnya pada pagi hari.
Di tengah kegiatan patroli, petugas menerima laporan dari warga yang panik karena seorang balita dilaporkan tenggelam di Muara Sungai, Kelurahan Pasar Krui. Lokasi tersebut dikenal sebagai area pertemuan arus sungai dengan laut, yang kerap memiliki arus cukup deras dan berbahaya, terutama bagi anak-anak.
Mendengar laporan tersebut, Briptu Senja Pramudia dan Bripda Riski Rahmatullah Solihin segera menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, situasi terlihat tegang. Sejumlah warga sudah berkumpul di tepi muara, berusaha mencari dan menolong korban, namun keterbatasan kemampuan berenang serta kuatnya arus membuat upaya penyelamatan tidak mudah.
Tanpa menunggu lama, melihat kondisi yang semakin kritis, Bripda Riski langsung mengambil inisiatif. Dengan tetap memperhatikan keselamatan diri, ia melepas atribut yang mengganggu pergerakan dan segera menceburkan diri ke dalam air untuk mencari posisi korban.
Keberanian Tanpa Ragu di Tengah Arus Muara
Muara sungai bukanlah lokasi yang mudah untuk melakukan evakuasi. Arus pertemuan antara air sungai dan laut sering kali tidak stabil dan dapat berubah arah dengan cepat. Risiko terseret arus atau terperosok ke bagian yang lebih dalam menjadi ancaman nyata bagi siapa pun yang masuk ke dalamnya.
Namun dalam situasi darurat, faktor kemanusiaan menjadi prioritas utama. Bripda Riski dengan sigap menyelam dan mencari keberadaan balita tersebut. Beberapa detik yang terasa begitu lama bagi keluarga korban dan warga sekitar akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dibawa ke tepian.
Di tepi muara, Briptu Senja bersama warga membantu proses evakuasi. Tanpa menunda waktu, balita tersebut langsung dibawa menggunakan kendaraan dinas menuju Puskesmas Krui untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Penanganan Medis di Puskesmas Krui
Setibanya di Puskesmas Krui, tim medis segera melakukan tindakan pertolongan pertama. Proses pemeriksaan dan penanganan intensif dilakukan untuk memastikan kondisi pernapasan dan kesadaran korban stabil.
Syukur Alhamdulillah, berkat respons cepat petugas di lapangan dan penanganan medis yang sigap, kondisi Elfano berangsur membaik. Keberhasilan penyelamatan ini menjadi kabar yang melegakan bagi keluarga dan masyarakat sekitar yang sempat diliputi kepanikan.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang siap bertindak dalam situasi darurat kemanusiaan.
Peran Satlantas dalam Tugas Kemanusiaan
Satuan Lalu Lintas sering kali identik dengan pengaturan arus kendaraan, penindakan pelanggaran, dan pengawasan keselamatan jalan raya. Namun, di balik tugas tersebut, personel Satlantas juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan yang besar.
Aksi heroik yang dilakukan oleh Bripda Riski dan Briptu Senja menunjukkan bahwa aparat kepolisian, khususnya di wilayah Pesisir Barat, selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk kejadian darurat di luar tugas pokok lalu lintas.
Patroli rutin yang dilakukan setiap hari tidak hanya bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas, tetapi juga untuk memantau situasi keamanan dan keselamatan warga. Respons cepat dalam kasus ini menjadi bukti nyata efektivitas patroli preventif yang dilaksanakan secara konsisten.
Imbauan Kepada Orang Tua
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di sekitar area perairan seperti sungai, muara, pantai, maupun kolam.
Anak usia 2,5 tahun memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan belum memahami risiko bahaya di sekitarnya. Area perairan, terlebih muara sungai dengan arus yang tidak stabil, memiliki potensi bahaya yang serius apabila anak tidak diawasi secara ketat.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
- Selalu mendampingi anak saat berada di dekat sungai atau pantai.
- Tidak membiarkan anak bermain sendiri tanpa pengawasan orang dewasa.
- Mengenalkan anak pada bahaya air sejak dini dengan pendekatan edukatif.
- Memastikan lingkungan sekitar rumah aman dan memiliki pembatas jika dekat dengan aliran air.
Kewaspadaan dan pengawasan yang konsisten menjadi kunci utama mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Apresiasi Masyarakat dan Harapan ke Depan
Aksi heroik tersebut menuai apresiasi luas dari masyarakat setempat. Banyak warga yang menyampaikan rasa terima kasih atas keberanian dan dedikasi anggota Satlantas Polres Pesisir Barat yang tidak ragu mempertaruhkan keselamatan diri demi menyelamatkan nyawa seorang anak.
Kejadian ini juga menjadi refleksi bahwa solidaritas antara aparat dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat. Sinergi dan komunikasi yang baik memungkinkan respons cepat dan efektif.
Diharapkan, peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Komitmen Polres Pesisir Barat dalam Pelayanan Humanis
Melalui rilis resmi Humas Polda Lampung, disampaikan bahwa tindakan cepat yang dilakukan oleh personel di lapangan merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepolisian tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan pertolongan dalam kondisi genting. Nilai kemanusiaan menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
Polres Pesisir Barat akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi kejadian darurat, baik di jalan raya, kawasan permukiman, maupun area perairan yang menjadi karakteristik wilayah pesisir.
Penutup
Kisah penyelamatan balita Elfano di Muara Sungai Pasar Krui menjadi bukti bahwa keberanian, kepedulian, dan kecepatan bertindak dapat menyelamatkan nyawa. Aksi heroik Bripda Riski Rahmatullah Solihin dan Briptu Senja Pramudia layak diapresiasi sebagai contoh nyata dedikasi aparat dalam mengemban tugas kemanusiaan.
Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di lingkungan yang memiliki potensi bahaya.
Sumber: Rilis Humas Polda Lampung

Posting Komentar untuk "Aksi Heroik Anggota Satlantas Polres Pesisir Barat Selamatkan Balita Tenggelam di Muara Sungai Krui"