Viral! Uang Rp 10 Ribu Dibagikan ke Pelajar Penerima MBG di Tubaba, Ini Klarifikasi dan Fakta Lengkapnya
Navigasi.in – Video pembagian uang tunai Rp 10 ribu kepada para pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, mendadak viral dan menuai beragam reaksi di media sosial.
![]() |
| Viral! Uang Rp 10 Ribu Dibagikan ke Pelajar Penerima MBG di Tubaba, Ini Klarifikasi dan Fakta Lengkapnya |
Rekaman yang beredar luas itu memperlihatkan sejumlah siswa menerima uang pecahan Rp 10 ribu yang dibungkus plastik bening bertuliskan pesan khusus. Peristiwa tersebut terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.
Diketahui, dapur tersebut dikelola oleh Yayasan Wiyata Cendikia Nusantara dan pembagian berlangsung pada Kamis (26/2/2026). Video itu kemudian memicu perdebatan publik, terutama terkait sumber dana serta tujuan pembagian uang tersebut.
Awal Mula Video Viral
Video yang pertama kali diunggah melalui akun media sosial lokal memperlihatkan suasana pembagian uang kepada para siswa penerima manfaat program MBG. Dalam tayangan tersebut, terlihat sejumlah anak menerima amplop plastik berisi uang tunai Rp 10 ribu.
Pada plastik pembungkus uang itu tertulis, “Selamat! Tanda cinta dari kami, SPPG Balam Asri.” Tulisan tersebut langsung menjadi sorotan karena publik mempertanyakan maksud dan urgensi pembagian uang dalam konteks program makan bergizi.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut dibagikan ulang oleh berbagai akun dan menjadi perbincangan hangat. Kolom komentar pun dipenuhi beragam respons, mulai dari apresiasi hingga kritik tajam.
Pertanyaan Netizen dan Dugaan Pemotongan Anggaran
Sejumlah warganet mempertanyakan apakah uang tersebut merupakan pengganti makanan bergizi yang seharusnya diterima siswa. Ada pula yang menduga dana itu berasal dari pemotongan anggaran program MBG.
Beberapa akun yang mengaku sebagai wali murid bahkan menyatakan bahwa anak mereka tidak menerima uang seperti yang terlihat dalam video. Hal ini semakin memicu spekulasi dan tudingan adanya ketidaksesuaian distribusi.
Isu pemotongan anggaran menjadi salah satu kekhawatiran utama publik. Pasalnya, program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah, sehingga setiap komponen pembiayaan dianggap sensitif dan harus transparan.
Di tengah derasnya komentar, muncul tudingan yang menyebutkan kemungkinan adanya penyalahgunaan dana atau pengalihan anggaran tanpa mekanisme resmi.
Klarifikasi dari Admin SPPG Balam Asri
Menanggapi polemik tersebut, admin akun SPPG Balam Asri akhirnya memberikan klarifikasi melalui kolom komentar unggahan video yang viral.
Dalam pernyataannya, pihak pengelola dapur menyampaikan bahwa pembagian uang Rp 10 ribu itu bukan berasal dari anggaran program MBG. Mereka menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan bentuk rasa syukur karena dapur telah genap satu bulan beroperasi.
“Sebelumnya mohon maaf semuanya untuk menanggapi semua pertanyaan-pertanyaan. Jadi tujuan kami membagikan uang tersebut sebagai bentuk rasa syukur karena dapur kami tepat satu bulan operasional dan memberikan semangat untuk anak-anak sekolah. Selanjutnya perihal uang yang diberikan bukan diambil dari RAB, melainkan uang pribadi dari mitra,” tulis admin akun tersebut.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dana pembagian uang berasal dari mitra atau pihak yayasan, bukan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) program MBG.
Pernyataan Ketua Pelaksana Satgas MBG Lampung
Ketua Pelaksana Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, turut memberikan keterangan saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026).
Saipul menyatakan bahwa informasi sementara yang diterimanya menunjukkan uang tersebut bukan pengganti makanan bergizi.
“Informasi yang kita terima itu bukan makanan bergizi yang diganti dengan uang. Tetapi itu untuk memberikan apresiasi, termasuk untuk syukuran kepada para penerima dan para pekerja di situ,” ujar Saipul.
Ia juga menambahkan bahwa sumber dana berasal dari yayasan pengelola dapur.
“Ya, dari yang punya yayasan pastinya,” katanya.
Meski demikian, Saipul mengaku belum menerima laporan detail mengenai waktu pasti pembagian maupun teknis pelaksanaannya secara menyeluruh.
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program sosial. Publik menilai bahwa setiap bentuk pemberian yang berkaitan dengan program pemerintah harus disertai penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan menekan angka stunting. Oleh karena itu, sensitivitas publik terhadap penggunaan anggaran sangat tinggi.
Beberapa pengamat kebijakan publik menilai bahwa meskipun dana berasal dari pribadi mitra, komunikasi kepada masyarakat seharusnya dilakukan lebih awal untuk mencegah persepsi negatif.
Respons Wali Murid dan Masyarakat
Di lapangan, respons wali murid terbelah. Ada yang menganggap pemberian uang sebagai bentuk kepedulian dan motivasi tambahan bagi anak-anak. Namun, ada pula yang merasa kebijakan tersebut kurang tepat karena berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial.
Beberapa wali murid menginginkan adanya penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait agar tidak terjadi simpang siur informasi.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi evaluasi agar pelaksanaan program sosial di masa mendatang dapat berjalan lebih transparan dan terstruktur.
Apakah Ada Pelanggaran?
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai adanya pelanggaran dalam pembagian uang tersebut. Berdasarkan klarifikasi awal, dana tidak berasal dari anggaran MBG.
Namun demikian, pihak terkait disebut masih akan melakukan penelusuran administratif untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Langkah evaluasi ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas program dan memastikan bahwa setiap kegiatan tambahan tetap sesuai dengan regulasi.
Fenomena Viral dan Dampaknya
Fenomena viral seperti ini menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar di era digital. Dalam hitungan jam, sebuah video lokal bisa menjadi perbincangan nasional.
Kondisi tersebut menuntut setiap pengelola program publik untuk lebih berhati-hati dan proaktif dalam memberikan informasi.
Transparansi bukan hanya soal penggunaan dana, tetapi juga soal komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Kesimpulan
Pembagian uang Rp 10 ribu kepada pelajar penerima program MBG di Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Pihak pengelola dapur SPPG Balam Asri menyatakan bahwa uang tersebut merupakan bentuk rasa syukur satu bulan operasional dan berasal dari dana pribadi mitra, bukan dari anggaran MBG.
Ketua Pelaksana Satgas MBG Provinsi Lampung juga menegaskan bahwa uang itu bukan pengganti makanan bergizi, melainkan bentuk apresiasi.
Meski klarifikasi telah diberikan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya transparansi, komunikasi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Publik kini menunggu laporan resmi lebih rinci dari pihak terkait untuk memastikan seluruh prosedur telah berjalan sesuai ketentuan.

Post a Comment for "Viral! Uang Rp 10 Ribu Dibagikan ke Pelajar Penerima MBG di Tubaba, Ini Klarifikasi dan Fakta Lengkapnya"