Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berhasil Meski Ada Kasus Keracunan
BOGOR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas menanggapi kritik yang diarahkan kepada program makan bergizi gratis (MBG), khususnya terkait adanya laporan kasus keracunan yang dialami sebagian kecil penerima manfaat. Menurut Prabowo, kritik tersebut kerap tidak melihat persoalan secara utuh dan cenderung mengabaikan skala besar program yang saat ini telah menjangkau puluhan juta rakyat Indonesia.
![]() |
| Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berhasil Meski Ada Kasus Keracunan |
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Forum tersebut dihadiri ribuan peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, mulai dari menteri kabinet, kepala lembaga, gubernur, bupati, hingga wali kota.
Dalam forum itu, Prabowo tidak hanya menjawab isu keracunan, tetapi juga memaparkan data statistik, dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta filosofi besar di balik program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintahannya.
Kritik Keracunan dan Jawaban Presiden
Sejak pertama kali diluncurkan secara nasional, program makan bergizi gratis memang menjadi sorotan publik. Program ini menuai dukungan luas karena menyasar perbaikan kualitas gizi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya. Namun demikian, sejumlah kritik juga bermunculan, terutama setelah adanya laporan kasus keracunan makanan di beberapa daerah.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menilai bahwa sebagian kritik tidak ditempatkan dalam kerangka data yang adil. Ia menegaskan bahwa setiap program penyediaan makanan dalam skala nasional pasti memiliki risiko, namun risiko tersebut harus dilihat secara proporsional.
“TIDAK ada yang menduga kita mampu, banyak, bahkan orang-orang hebat meramalkan pasti gagal. Sekian ribu keracunan, kita makan di restoran mahal di Jakarta saja ada keracunan, kalau kita jumlah berapa miliar makanan MBG yang sudah kita bagi,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik balik Presiden terhadap narasi yang dinilai terlalu membesar-besarkan insiden, tanpa memperhitungkan keberhasilan besar yang telah dicapai.
Data Statistik: 0,0008 Persen yang Menjadi Kunci
Dalam pemaparannya, Prabowo menyampaikan data statistik terkait kasus keracunan dalam program MBG. Ia menyebut bahwa dari total puluhan juta penerima manfaat, persentase kasus keracunan hanya mencapai 0,0008 persen.
Angka tersebut, menurut Prabowo, menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan program makan bergizi gratis sangat tinggi dan masih berada dalam batas yang dapat diterima secara logis untuk sebuah program berskala nasional.
“Statistiknya adalah 0,0008 persen yang keracunan. Artinya, usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bahkan di negara-negara maju, program penyediaan makanan publik tidak sepenuhnya bebas dari risiko serupa.
Risiko Keracunan Bisa Terjadi di Mana Saja
Prabowo menekankan bahwa risiko keracunan makanan bukanlah fenomena eksklusif yang hanya terjadi dalam program makan bergizi gratis. Ia mencontohkan bahwa restoran mahal, hotel berbintang, hingga katering profesional pun tidak sepenuhnya steril dari kasus keracunan.
Menurutnya, membingkai MBG sebagai program yang gagal hanya karena adanya sejumlah kecil kasus adalah bentuk penyederhanaan masalah yang menyesatkan publik.
“Kalau kita mau jujur, kita makan di restoran mahal di Jakarta pun bisa keracunan. Jadi mari kita objektif, mari kita lihat data,” ujarnya.
Program Sosial Terbesar dalam Sejarah Indonesia
Hingga awal Februari 2026, program makan bergizi gratis telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Angka tersebut menjadikan MBG sebagai salah satu program sosial terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia.
Penerima manfaat program ini mencakup siswa PAUD, SD, SMP, SMA, santri pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan tertinggal.
Dampak Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Selain berdampak pada perbaikan gizi, Prabowo menegaskan bahwa program MBG juga dirancang sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Hingga saat ini, MBG telah menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja di berbagai daerah.
“Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden RI saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG,” ucapnya.
Lapangan kerja tersebut berasal dari operasional dapur MBG, mulai dari tenaga memasak, distribusi makanan, hingga manajemen dapur.
22 Ribu Dapur MBG, Mesin Pencipta Kerja
Prabowo menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 22 ribu dapur MBG yang aktif beroperasi di seluruh Indonesia. Setiap dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang yang digaji setiap hari.
“Dengan 22.000 dapur saja sekarang, kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta,” ujarnya.
Selain tenaga kerja langsung, program ini juga mendorong pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, perikanan, transportasi, dan UMKM lokal.
Target 82 Juta Penerima dan 5 Juta Lapangan Kerja
Ke depan, pemerintah menargetkan program MBG akan menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat. Jika target tersebut tercapai, Prabowo memperkirakan jumlah lapangan kerja yang tercipta bisa mencapai 3 hingga 5 juta orang.
“Kalau kita sampai 82 juta penerima, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja,” kata Prabowo.
Evaluasi dan Keamanan Pangan Tetap Prioritas
Meski menegaskan keberhasilan MBG, Prabowo menekankan bahwa evaluasi dan pengawasan tetap harus dilakukan secara ketat, khususnya terkait standar keamanan pangan.
Ia meminta pemerintah pusat dan daerah terus memperbaiki sistem, meningkatkan pelatihan tenaga dapur, serta memperketat pengawasan bahan baku agar kepercayaan publik terhadap program ini tetap terjaga.
Investasi Jangka Panjang Bangsa
Dalam pandangan Prabowo, program makan bergizi gratis bukan sekadar soal makan gratis, tetapi merupakan investasi jangka panjang negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dengan gizi yang baik, pemerintah berharap generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di tingkat global.
Penutup
Melalui penjelasannya di Rakornas, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program makan bergizi gratis secara keseluruhan merupakan program yang berhasil. Kasus keracunan yang terjadi, meski harus ditangani dengan serius, tidak dapat dijadikan dasar untuk menafikan capaian besar yang telah diraih.
Dengan data statistik 0,0008 persen, 60 juta penerima manfaat, 22 ribu dapur aktif, dan 1 juta lapangan kerja yang telah tercipta, MBG menjadi salah satu fondasi penting pembangunan sosial dan ekonomi nasional di era pemerintahan Prabowo.

Post a Comment for "Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berhasil Meski Ada Kasus Keracunan"