Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota: Tanah Berlubang di Jorong Tepi Terus Mengeluarkan Air
Limapuluh Kota — Fenomena alam berupa sinkhole atau tanah berlubang yang muncul secara tiba-tiba di kawasan pertanian Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, masih menjadi perhatian serius warga dan pemerintah setempat. Hingga Selasa (6/1/2026), luapan air dari lubang besar di tengah lahan pertanian tersebut masih terus terjadi.
![]() |
| Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota: Tanah Berlubang di Jorong Tepi Terus Mengeluarkan Air |
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi bahaya lanjutan bagi keselamatan warga serta keberlanjutan aktivitas pertanian di wilayah tersebut. Fenomena sinkhole tersebut pertama kali diketahui warga pada Minggu (4/1/2026), ketika sejumlah petani mendapati adanya lubang besar di lahan sawah yang sebelumnya masih bisa digarap.
Sinkhole Muncul Mendadak di Tengah Lahan Pertanian
Menurut keterangan warga setempat, sebelum sinkhole muncul tidak terdapat tanda-tanda mencolok yang mengindikasikan akan terjadinya peristiwa tersebut. Aktivitas pertanian berjalan normal dan kondisi tanah tidak menunjukkan retakan besar atau penurunan permukaan yang signifikan.
![]() |
| Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota: Tanah Berlubang di Jorong Tepi Terus Mengeluarkan Air |
“Sawah ini masih kami tanami beberapa hari sebelumnya. Tidak ada hujan ekstrem atau longsor. Tahu-tahu tanah amblas dan air keluar dari dalam,” ujar salah seorang petani Jorong Tepi.
Lubang yang terbentuk diperkirakan memiliki diameter beberapa meter dengan kedalaman yang belum dapat dipastikan. Karena terus mengeluarkan air, warga khawatir lubang tersebut dapat melebar dan mengancam lahan pertanian di sekitarnya.
Luapan Air Terus Terjadi, Warga Mulai Waswas
Luapan air dari sinkhole ini tidak hanya menggenangi sebagian lahan pertanian, tetapi juga mengalir ke saluran air alami di sekitarnya. Meski belum menyebabkan banjir besar, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan sistem irigasi dan menurunnya produktivitas pertanian.
Sejumlah petani memilih menghentikan sementara aktivitas bertani mereka sambil menunggu kejelasan dari pihak berwenang terkait tingkat bahaya dan langkah penanganan yang akan diambil.
“Kami takut tanah di sekitarnya ikut amblas. Kalau terjadi saat orang sedang bekerja di sawah, bisa berbahaya,” kata warga lainnya.
Ahli Geologi Pastikan Tak Berpotensi Jadi Danau
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Ahli Geologi Ade Edward memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut. Ia menegaskan bahwa sinkhole di Jorong Tepi tidak berpotensi membentuk telaga atau danau.
![]() |
| Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota: Tanah Berlubang di Jorong Tepi Terus Mengeluarkan Air |
Berdasarkan peta geologi, kawasan lokasi sinkhole memiliki karakteristik topografi berupa lereng. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah itu berfungsi sebagai jalur aliran air, bukan sebagai cekungan tertutup yang memungkinkan air tertampung dalam jangka panjang.
“Kawasan tersebut merupakan dataran rendah yang dikelilingi perbukitan, sehingga secara alami menjadi lintasan aliran air dari daerah yang lebih tinggi. Karena itu, air yang keluar dari sinkhole cenderung mengalir dan tidak menetap di satu titik,” tutur Ade Edward kepada Sumbarkita, Senin (5/1/2026) malam.
Mengenal Sinkhole: Fenomena Geologi yang Perlu Diwaspadai
Sinkhole merupakan fenomena geologi yang terjadi akibat runtuhnya permukaan tanah ke dalam rongga di bawahnya. Rongga tersebut biasanya terbentuk akibat pelarutan batuan oleh air tanah atau erosi bawah tanah yang berlangsung dalam jangka waktu lama.
Fenomena ini dapat terjadi secara perlahan maupun tiba-tiba. Dalam kasus di Jorong Tepi, sinkhole muncul secara mendadak tanpa adanya tanda awal yang jelas.
Kondisi Geologi dan Hidrologi Limapuluh Kota
Kabupaten Limapuluh Kota dikenal memiliki kondisi geologi yang kompleks dengan perbukitan, lembah, serta jalur aliran air bawah tanah. Air dari daerah yang lebih tinggi dapat meresap ke dalam tanah dan membentuk jalur bawah tanah.
Menurut Ade Edward, air yang keluar dari sinkhole kemungkinan besar merupakan air tanah yang menemukan jalur baru ke permukaan akibat runtuhnya lapisan tanah penutup.
“Ini lebih kepada fenomena hidrologi dan struktur bawah tanah yang terbuka. Air yang selama ini mengalir di bawah tanah kini menemukan jalan keluar,” jelasnya.
Tidak Berkaitan dengan Gempa atau Aktivitas Vulkanik
Ahli geologi menegaskan bahwa fenomena sinkhole ini tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik maupun gempa bumi. Hingga saat ini, tidak tercatat adanya gempa signifikan yang dapat memicu runtuhnya tanah di wilayah tersebut.
Pernyataan ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk isu-isu nonilmiah yang kerap muncul saat terjadi fenomena alam.
Langkah Pemerintah Daerah
Pemerintah Nagari Situjuah Batua bersama aparat kecamatan dan kabupaten telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Langkah awal yang dilakukan antara lain pemasangan tanda peringatan dan pembatasan aktivitas warga di sekitar lokasi sinkhole.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk melakukan kajian lanjutan guna mengetahui kondisi bawah tanah serta potensi risiko lanjutan.
Dampak terhadap Pertanian Warga
Bagi warga Jorong Tepi, lahan pertanian merupakan sumber penghidupan utama. Munculnya sinkhole ini menimbulkan kekhawatiran akan kehilangan lahan produktif dan menurunnya hasil panen.
Beberapa petani mengaku belum berani kembali mengolah sawah mereka karena kondisi tanah yang masih labil dan dikhawatirkan dapat kembali amblas.
Risiko Lanjutan yang Perlu Diantisipasi
- Perluasan lubang akibat erosi bawah tanah
- Penurunan tanah di sekitar lokasi sinkhole
- Gangguan sistem irigasi pertanian
- Risiko keselamatan bagi warga dan ternak
Mitigasi dan Edukasi Bencana Geologi
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya edukasi masyarakat terkait bencana geologi. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi mitigasi bencana agar warga lebih siap menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.
Menunggu Hasil Kajian Lanjutan
Hingga kini, warga masih menunggu hasil kajian lanjutan dari para ahli. Kejelasan mengenai penyebab pasti dan langkah penanganan jangka panjang menjadi harapan utama masyarakat Jorong Tepi.
Sementara itu, warga diimbau tetap waspada dan melaporkan jika muncul retakan tanah baru atau perubahan signifikan di sekitar lokasi.
Navigasi.in akan terus memantau perkembangan fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota dan menyajikan informasi terbaru bagi pembaca.



Post a Comment for "Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota: Tanah Berlubang di Jorong Tepi Terus Mengeluarkan Air"