Youtube

Bitcoin Terkoreksi Usai Sempat Tembus US$94.000: Sinyal Campuran The Fed Picu Volatilitas Pasar Kripto

Jakarta – Harga Bitcoin kembali melemah setelah sempat mencetak reli singkat menembus level US$94.000 pada Rabu waktu setempat, menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Euforia pasar yang muncul sesaat usai pengumuman tersebut tidak bertahan lama, setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell memberikan sinyal kebijakan yang dinilai ambigu dan cenderung berhati-hati terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat.

Bitcoin Terkoreksi Usai Sempat Tembus US$94.000: Sinyal Campuran The Fed Picu Volatilitas Pasar Kripto
Bitcoin Terkoreksi Usai Sempat Tembus US$94.000: Sinyal Campuran The Fed Picu Volatilitas Pasar Kripto


Bitcoin yang semula diperdagangkan di kisaran US$92.000, melonjak tajam pasca pengumuman The Fed, sebelum akhirnya terkoreksi ke US$90.000. Pola pergerakan ini mencerminkan meningkatnya volatilitas di pasar kripto global, seiring investor mencoba menafsirkan arah kebijakan moneter AS ke depan.

Keputusan The Fed untuk menurunkan suku bunga memang secara teori mendukung aset berisiko seperti kripto. Namun, pernyataan Powell yang menegaskan bahwa inflasi masih berada di level yang “terlalu tinggi” serta belum ada komitmen terhadap siklus pelonggaran agresif, membuat pasar menahan ekspektasi bullish yang berlebihan.

Lonjakan Singkat Bitcoin Pasca Pemangkasan Suku Bunga

Pengumuman pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi katalis awal reli Bitcoin. Keputusan tersebut menandai perubahan kebijakan moneter setelah periode pengetatan yang panjang, di mana suku bunga tinggi digunakan untuk menekan laju inflasi.

Dalam hitungan menit setelah pengumuman, harga Bitcoin melonjak dan berhasil menembus level psikologis US$94.000, yang sebelumnya menjadi area resistensi kuat. Lonjakan ini juga diikuti oleh peningkatan volume perdagangan di sejumlah bursa kripto utama.

Namun, reli tersebut bersifat sementara. Ketika Jerome Powell mulai menyampaikan konferensi pers pasca rapat Federal Open Market Committee (FOMC), nada kehati-hatian yang disampaikan justru memicu aksi ambil untung.

Pesan Ganda Jerome Powell dan Dampaknya ke Aset Berisiko

Jerome Powell mengakui adanya tanda-tanda perlambatan di pasar tenaga kerja, tetapi pada saat yang sama menegaskan bahwa inflasi belum cukup jinak untuk membuat The Fed beralih ke kebijakan pelonggaran moneter agresif.

“Inflasi masih berada di atas target kami. Kami perlu melihat bukti yang lebih konsisten bahwa tekanan harga benar-benar mereda,” ujar Powell.

Pesan ini dinilai sebagai sinyal bahwa pemangkasan suku bunga kali ini bukan awal dari siklus pelonggaran besar-besaran, melainkan langkah penyesuaian yang bersifat hati-hati.

Daniela Hathorn, analis senior di Capital.com, menyatakan bahwa pasar kripto terlalu cepat mengantisipasi perubahan kebijakan moneter.

“The Fed memperjelas bahwa pemangkasan ini tidak menandai dimulainya siklus easing agresif. Investor kripto harus menurunkan ekspektasi,” kata Hathorn.

Pembelian Surat Utang Jangka Pendek: Stimulus Terbatas

Selain memangkas suku bunga, The Fed juga mengumumkan rencana pembelian surat utang negara AS jangka pendek hingga US$40 miliar dalam satu bulan ke depan.

Langkah ini bertujuan meredakan tekanan likuiditas pasar tanpa menghidupkan kembali kebijakan quantitative easing (QE) berskala besar seperti saat pandemi.

Bagi pasar kripto, kebijakan ini memberikan sinyal dukungan terbatas terhadap likuiditas, namun tidak cukup kuat untuk mendorong reli berkelanjutan.

Bitcoin Gagal Menembus Resistensi US$94.500

Dari sisi teknikal, kegagalan Bitcoin bertahan di atas US$94.500 menjadi sinyal penting. Level ini kini dipandang sebagai resistensi utama jangka pendek.

Support terdekat Bitcoin berada di kisaran US$88.000–US$89.000, sementara support psikologis berikutnya berada di US$85.000.

Ether Lebih Tahan Dibanding Bitcoin

Ether (ETH) sempat menguat di atas US$3.300 sebelum turun ke kisaran US$3.180. Meski ikut terkoreksi, Ether dinilai menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik.

Fundamental Ethereum yang didukung oleh pertumbuhan DeFi, tokenisasi aset, dan solusi layer-2 menjadi faktor penopang harga ETH.

Peran ETF Spot Bitcoin

Arus dana ke ETF spot Bitcoin menjadi salah satu faktor kunci yang berpotensi menentukan arah harga ke depan. Jika biaya modal benar-benar turun, inflow ETF dapat kembali menguat.

Namun, ketidakpastian kebijakan The Fed membuat investor institusional masih cenderung berhati-hati.

Ketidakpastian Makro Masih Membayangi

Selain kebijakan moneter AS, pasar kripto juga dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta arah regulasi kripto di berbagai negara.

Kondisi ini membuat pasar semakin sensitif terhadap data ekonomi dan pernyataan pejabat bank sentral.

Prospek Jangka Pendek dan Menengah

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi di kisaran US$88.000–US$93.000.

Untuk jangka menengah, fundamental Bitcoin tetap dinilai kuat berkat pasokan terbatas, adopsi institusional, dan posisinya sebagai aset lindung nilai.

Kesimpulan

Koreksi Bitcoin setelah reli singkat di atas US$94.000 menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh komunikasi The Fed. Pemangkasan suku bunga memang memberi dorongan awal, tetapi nada hati-hati Jerome Powell berhasil meredam euforia.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan untuk tetap mencermati data ekonomi lanjutan serta pergerakan dana institusional sebelum mengambil keputusan investasi.

Post a Comment for "Bitcoin Terkoreksi Usai Sempat Tembus US$94.000: Sinyal Campuran The Fed Picu Volatilitas Pasar Kripto"