Youtube

Air Mata Keluarga Pecah, Camat Abung Selatan Sampaikan Duka atas Hilangnya Rizal Wahyudi

LAMPUNG UTARA – Suasana duka menyelimuti Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Seorang pemuda bernama Rizal Wahyudi (30), warga Desa Kalibalangan, hingga kini masih dinyatakan hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Mandiri Sejati, Kabupaten Pesisir Barat, pada Sabtu sore (3/1/2026).

Air Mata Keluarga Pecah, Camat Abung Selatan Sampaikan Duka atas Hilangnya Rizal Wahyudi
Air Mata Keluarga Pecah, Camat Abung Selatan Sampaikan Duka atas Hilangnya Rizal Wahyudi


Tragedi ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar. Di tengah penantian penuh harap, Camat Abung Selatan, Ahmad Agus Rama Halik, SE., MM, menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi langsung keluarga korban pada Minggu (4/1/2026).

Camat Abung Selatan Datangi Keluarga Korban

Kunjungan Camat Abung Selatan bersama jajaran aparatur kecamatan berlangsung penuh haru. Tangis keluarga pecah saat rombongan tiba di kediaman orang tua Rizal Wahyudi. Kehadiran pemerintah kecamatan menjadi simbol empati sekaligus penguatan moril di tengah musibah yang belum menemukan titik terang.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Ahmad Agus Rama Halik menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Abung Selatan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami berharap korban segera ditemukan oleh tim gabungan yang hingga saat ini masih melakukan pencarian,” ujar Camat Agus Rama Halik.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan keluarga korban, guna memastikan informasi dan pendampingan berjalan dengan baik.

Sosok Rizal Wahyudi di Mata Warga

Rizal Wahyudi dikenal sebagai pemuda yang ramah, bersahaja, dan mudah bergaul. Warga Desa Kalibalangan menyebut Rizal sebagai sosok pekerja keras dan tidak pernah terlibat masalah di lingkungan masyarakat.

“Anaknya baik, sopan, dan selalu membantu. Tidak pernah neko-neko,” tutur salah satu tetangga korban dengan mata berkaca-kaca.

Bagi keluarga, Rizal bukan sekadar anak atau saudara, melainkan tulang punggung harapan. Kepergiannya ke pantai kala itu hanya dimaksudkan untuk berlibur bersama teman-temannya, tanpa sedikit pun terlintas bahwa perjalanan tersebut akan berubah menjadi tragedi.

Kronologis Lengkap Kejadian Tenggelam

Berdasarkan informasi yang beredar di grup WhatsApp dan keterangan rekan korban, rombongan berjumlah 14 orang berangkat dari Kotabumi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Perjalanan menuju Kabupaten Pesisir Barat memakan waktu cukup lama. Rombongan tiba di Pantai Mandiri Sejati sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah beristirahat dan menikmati suasana pantai, beberapa orang, termasuk Rizal Wahyudi, memutuskan untuk berenang sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun, sekitar pukul 17.30 WIB, situasi berubah drastis. Ombak laut yang sebelumnya tampak bersahabat mendadak membesar dan arus semakin kuat.

Dalam hitungan menit, Rizal terseret arus dan hilang dari pandangan. Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh rekan-rekannya, namun kuatnya arus laut membuat pertolongan tidak membuahkan hasil.

Pencarian Korban oleh Tim Gabungan

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, nelayan setempat, serta relawan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan darat di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses pencarian menghadapi kendala serius berupa cuaca buruk, gelombang tinggi, dan arus laut yang tidak menentu.

Meski demikian, tim gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel. Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan.

Pesan Camat: Tingkatkan Kewaspadaan

Di sela kunjungannya, Camat Ahmad Agus Rama Halik juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya terkait keselamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Perhatikan anak-anak dan keluarga agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama.

“Mari kita ambil hikmah dari kejadian ini. Kita harus mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas,” tambahnya.

Pantai Mandiri Sejati dan Risiko Wisata Bahari

Pantai Mandiri Sejati dikenal memiliki panorama alam yang indah dan menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Kabupaten Pesisir Barat. Namun, kawasan ini juga memiliki karakteristik ombak Samudra Hindia yang kuat dan tidak dapat diprediksi.

Banyak wisatawan yang belum sepenuhnya memahami risiko arus bawah laut di pantai selatan Lampung. Tragedi yang menimpa Rizal Wahyudi menjadi pengingat bahwa keindahan alam harus diimbangi dengan kewaspadaan.

Solidaritas Warga dan Doa yang Terus Mengalir

Kabar hilangnya Rizal Wahyudi menyebar luas di media sosial. Ucapan belasungkawa, doa, dan dukungan moral mengalir dari berbagai kalangan.

Warga Desa Kalibalangan dan Kecamatan Abung Selatan menunjukkan solidaritas dengan mendatangi rumah keluarga korban dan ikut mendoakan agar pencarian segera membuahkan hasil.

Penutup: Duka yang Menjadi Pengingat Bersama

Musibah tenggelamnya Rizal Wahyudi bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Lampung Utara secara keseluruhan. Kunjungan Camat Abung Selatan menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap warganya.

Peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan, kewaspadaan, dan kepedulian bersama, khususnya saat beraktivitas di alam terbuka.

Navigasi.in akan terus memantau perkembangan pencarian korban dan menyajikan informasi terbaru kepada pembaca.

Post a Comment for "Air Mata Keluarga Pecah, Camat Abung Selatan Sampaikan Duka atas Hilangnya Rizal Wahyudi"