Youtube

Tragedi Kebakaran Kantor DPRD Makassar: Tiga Orang Tewas, Dua Gedung Hancur Jadi Puing

Navigasi.in – Suasana duka menyelimuti Kota Makassar pasca kebakaran hebat yang melanda dua gedung pemerintahan sekaligus, yakni Kantor DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani dan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, pada Jumat (29/8/2025) malam. Tragedi ini tidak hanya menyisakan puing-puing bangunan yang hangus terbakar, tetapi juga merenggut tiga korban jiwa dan membuat sejumlah orang lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.


Makassar Mencekam! Gedung DPRD Ludes Dibakar Massa di Malam Kelam 29 Agustus
Makassar Mencekam! Gedung DPRD Ludes Dibakar Massa di Malam Kelam 29 Agustus


Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua DPRD Makassar, Anwar Faruq, Sabtu (30/8/2025) dini hari. Menurutnya, dari laporan yang masuk, hingga pukul 01.00 WITA telah dipastikan ada tiga korban jiwa yang meninggal dunia akibat terjebak dalam kobaran api. Dua di antaranya merupakan staf DPRD Makassar, yakni seorang fotografer bagian Humas bernama Abay dan seorang staf perempuan. Korban ketiga diketahui adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah, bernama Saiful.

Rincian Korban Jiwa dan Luka-Luka

Anwar Faruq dengan suara bergetar menjelaskan bahwa kebakaran kali ini menjadi salah satu tragedi terburuk yang pernah menimpa institusi DPRD di Makassar. “Sampai saat ini ada tiga korban jiwa yang dipastikan meninggal dunia. Mereka adalah bagian dari keluarga besar kita. Dua dari staf DPRD Makassar dan satu dari Kecamatan Ujung Tanah. Selain itu, beberapa staf lain masih dirawat di Rumah Sakit Grestelina akibat luka bakar dan sesak napas,” ujarnya.

Para korban yang mengalami luka-luka kebanyakan merupakan pegawai yang sedang berada di dalam gedung ketika api mulai membesar. Mereka berusaha menyelamatkan diri namun terjebak oleh kepulan asap pekat. Tim medis menyebutkan beberapa korban mengalami luka bakar ringan hingga berat, sementara sebagian lainnya dirawat karena trauma dan gangguan pernapasan akibat menghirup asap.

Kronologi Kebakaran Hebat di Dua Lokasi

Kebakaran besar yang melanda Makassar ini berawal dari Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani. Api diketahui mulai muncul sekitar pukul 20.15 WITA. Dalam waktu singkat, kobaran api melalap bagian atap dan ruang sidang utama. Material gedung yang sebagian besar terdiri dari kayu dan plafon mudah terbakar membuat api cepat menyebar ke seluruh ruangan. Sementara itu, di lokasi lain, hanya berselang sekitar satu jam, Gedung DPRD Provinsi Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo yang berjarak sekitar 2,5 kilometer juga dilaporkan terbakar hebat hingga akhirnya rata dengan tanah.

Warga sekitar sempat panik karena jilatan api terlihat begitu besar dan asap hitam membumbung tinggi ke udara. Banyak masyarakat berhamburan keluar rumah, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi lumpuh total karena aparat kepolisian menutup jalan untuk mempermudah akses pemadam kebakaran.

Upaya Pemadaman dan Hambatan

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengerahkan lebih dari 20 unit mobil damkar untuk memadamkan api di dua lokasi sekaligus. Namun, kondisi angin yang cukup kencang serta material bangunan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung sangat sulit. Api baru dapat dikendalikan menjelang tengah malam, sementara beberapa bagian gedung sudah runtuh dan hanya menyisakan puing-puing.

“Kami sudah kerahkan seluruh armada dan personel yang ada. Namun api terlalu cepat membesar. Kami fokus menyelamatkan orang-orang yang masih terjebak, sekaligus memastikan tidak ada api yang menjalar ke bangunan di sekitar,” ungkap salah satu petugas damkar.

Kesaksian Warga dan Pegawai DPRD

Sejumlah saksi mata mengaku mendengar suara ledakan kecil sebelum api semakin membesar. Diduga ledakan tersebut berasal dari instalasi listrik yang korsleting akibat overheat. “Saya lihat ada percikan dari atap, terus tidak lama api langsung menjalar ke ruangan. Orang-orang di dalam teriak-teriak minta tolong,” kata Rahmat, salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran DPRD Kota Makassar.

Sementara itu, seorang pegawai DPRD yang berhasil selamat menceritakan detik-detik menegangkan ketika api melahap gedung. “Asap sudah pekat sekali, kami harus merangkak keluar sambil menutup hidung dengan kain basah. Banyak yang panik dan jatuh, beberapa teman saya tidak sempat keluar,” ujarnya sambil menangis.

Duka dan Doa untuk Para Korban

Kabar duka ini langsung menyebar cepat ke seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Ungkapan belasungkawa berdatangan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, hingga warga biasa. Media sosial dipenuhi ucapan duka cita dengan tagar #PrayForMakassar. Beberapa keluarga korban tampak histeris saat jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

“Kami semua berduka. Semoga korban yang telah tiada mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk yang masih dirawat, mari kita sama-sama berdoa agar mereka segera pulih,” ucap Anwar Faruq.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga kini, pihak kepolisian bersama tim forensik masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang melanda dua gedung DPRD tersebut. Dugaan sementara adalah korsleting listrik, namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang memicu terjadinya kebakaran hebat secara beruntun. Polisi telah memasang garis kuning di sekitar lokasi kejadian dan melarang siapapun mendekat hingga proses penyelidikan selesai.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arifin, menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja cepat untuk mengungkap kebenaran. “Kami akan mengusut secara tuntas penyebab kebakaran ini. Apakah murni karena korsleting listrik atau ada unsur kelalaian maupun kesengajaan. Semua masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Dampak Sosial dan Pemerintahan

Kebakaran ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memengaruhi jalannya roda pemerintahan daerah. Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel merupakan pusat aktivitas politik, rapat, dan pengambilan keputusan penting bagi masyarakat. Dengan hancurnya kedua gedung tersebut, aktivitas legislatif otomatis terhenti sementara.

Pemerintah Kota Makassar berencana memindahkan sementara kegiatan rapat ke gedung alternatif agar urusan administrasi dan pembahasan kebijakan tidak terganggu terlalu lama. Namun demikian, kehilangan fasilitas dan dokumen penting yang ikut terbakar menjadi tantangan besar dalam memulihkan situasi.

Respons Pemerintah dan Janji Pemulihan

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan berjanji segera melakukan langkah pemulihan. “Kami akan segera melakukan pendataan terhadap kerugian yang timbul, baik dari sisi infrastruktur, dokumen, maupun korban jiwa. Pemerintah pusat juga telah kami hubungi untuk memberikan bantuan darurat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta menjamin biaya perawatan seluruh korban luka hingga sembuh. Sejumlah organisasi masyarakat dan relawan turut menggalang donasi untuk membantu korban dan keluarganya.

Makassar dalam Suasana Berkabung

Suasana duka masih terasa hingga hari ini. Bendera setengah tiang dipasang di beberapa kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah di Makassar sebagai bentuk penghormatan kepada korban. Sejumlah ormas dan komunitas juga menggelar doa bersama di masjid-masjid, memohon agar tidak ada lagi musibah serupa yang menimpa kota ini.

“Kita harus jadikan musibah ini sebagai pelajaran penting. Keselamatan pegawai dan kesiapan sistem proteksi kebakaran harus menjadi prioritas utama ke depan,” kata seorang tokoh masyarakat Makassar.

Penutup

Tragedi kebakaran di Kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulsel meninggalkan luka mendalam yang tidak mudah dihapus. Tiga nyawa melayang, beberapa orang terluka, dan dua gedung penting luluh lantak menjadi puing. Meski begitu, harapan masih ada agar proses pemulihan segera dilakukan, dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Masyarakat Makassar kini bersatu dalam doa, berharap agar kota mereka bisa bangkit kembali dari duka yang mendalam.

Laporan ini disusun untuk Navigasi.in, sebagai bentuk komitmen menghadirkan informasi mendalam dan faktual mengenai peristiwa penting di tanah air.

Post a Comment for "Tragedi Kebakaran Kantor DPRD Makassar: Tiga Orang Tewas, Dua Gedung Hancur Jadi Puing"