Tugu Pusaka Selogiri: Simbol Perjuangan dan Sejarah yang Kaya

Navigasi Info - Selogiri, Wonogiri : Bagi para pengguna jalan Wonogiri-Solo, bangunan megah berbentuk Candi Sukuh di perempatan Selogiri pasti sudah tak asing lagi. Bangunan tersebut dikenal sebagai Tugu Pusaka Selogiri, yang menyimpan sejarah perjuangan Raden Mas Said atau Mangkunegara I.

Tugu Pusaka Selogiri: Simbol Perjuangan dan Sejarah yang Kaya
Tugu Pusaka Selogiri: Simbol Perjuangan dan Sejarah yang Kaya


Di balik kemegahan arsitekturnya, Tugu Pusaka menyimpan tiga pusaka penting Mangkunegara I: keris/duwung Kyai Karawelang, tombak Kyai Totog, dan tombak Kyai Jaladara/Baladewa. Pusaka-pusaka keramat ini hanya dikeluarkan pada bulan Sura untuk ritual penjamasan.

Tugu Pusaka Selogiri: Simbol Perjuangan dan Sejarah yang Kaya
Tugu Pusaka Selogiri: Simbol Perjuangan dan Sejarah yang Kaya


Dibangun pada tahun 1935 atas prakarsa Mangkunegara VII, Tugu Pusaka menjadi simbol perjuangan Raden Mas Said dalam mendirikan Kadipaten Mangkunegaran. Peresmiannya dilakukan pada tahun 1936 dengan upacara meriah yang dihadiri para pejabat dan petinggi Mangkunegaran.

Lebih dari Sekadar Bangunan


Tugu Pusaka Selogiri tak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mencerminkan kecintaan Mangkunegara VII terhadap budaya Jawa Kuno. Bentuknya yang menyerupai Candi Sukuh menunjukkan upaya pelestarian budaya leluhur.

Elemen-elemen unik seperti sengkalan memet, yang jarang digunakan di Mangkunegaran dan Surakarta, menambah nilai estetika dan historis tugu ini. Sengkalan memet "rasĕksa amajar ri guwa sela" (1935) dan "wrĕksa rinukit ing dwipangga narendra" (1866) menceritakan kisah di balik pembangunannya.

Simbol Kebanggaan dan Warisan Budaya


Tugu Pusaka Selogiri menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Wonogiri dan bukti nyata dedikasi Mangkunegara VII terhadap budaya dan sejarah Jawa. Keberadaannya patut dilestarikan dan dijaga sebagai warisan budaya yang tak ternilai.

Referensi:


* De Indische Courant, 25-09-1935
* De Locomotief, 22-04-1936, 05-05-1936
* Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, 23-05-1934
* Muhlenfeld. 1939. "Het Triwindoe-Gedenkboek Mangkoe Nagoro VII"
* Instagram: @kangrendra: [https://www.instagram.com/kangrendra/](https://www.instagram.com/kangrendra/)
navigasiin
navigasiin navigasiin adalah portal Situs Berita Berbahasa Indonesia yang menyajikan berita terkini terpercaya sebagai petunjuk inspirasi anda

Posting Komentar untuk "Tugu Pusaka Selogiri: Simbol Perjuangan dan Sejarah yang Kaya"