JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning

Navigasi Info - New York, 10 Februari 2024 : Sebuah survei terbaru oleh JPMorgan Chase & Co. menunjukkan bahwa mayoritas pedagang institusional tidak memiliki rencana untuk berdagang aset digital dalam waktu dekat.

JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning
JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning


Survei e-Trading tahunan bank, yang melibatkan lebih dari 4.000 responden, menemukan bahwa 78% dari mereka tidak memiliki rencana untuk melakukan perdagangan aset digital dalam lima tahun mendatang. Hal ini menunjukkan penurunan minat yang signifikan dibandingkan tahun 2022, ketika 68% responden mengatakan mereka tidak tertarik pada aset digital.

JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning
JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning


Survei tahunan e-Trading bank ini juga mengungkapkan bahwa sekelompok kecil pedagang institusional melihat teknologi blockchain sebagai yang paling berpengaruh dalam membentuk masa depan perdagangan, sementara juga menunjukkan fokus terhadap kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin, dengan 61% responden menganggap teknologi ini sebagai yang paling berdampak dalam perdagangan dalam tiga tahun mendatang.

JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning
JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning


AI dan pembelajaran mesin telah semakin populer, dengan hanya 25% dari responden menunjukkannya sebagai teknologi yang paling berdampak dua tahun yang lalu, sementara teknologi blockchain turun dari 25% responden pada tahun 2022 menjadi hanya 7% tahun ini.

Menurunnya minat dalam perdagangan blockchain dan cryptocurrency sejalan dengan meredupnya pasar mata uang digital setelah lonjakan bullish tahun 2021, yang menyebabkan periode sulit bagi industri ini yang ditandai dengan kebangkrutan dan penurunan pasar.

Meskipun demikian, ada peningkatan sedikit dalam keterlibatan dalam sektor ini, dengan 9% dari pedagang yang disurvei saat ini terlibat dalam cryptocurrency, naik dari 8% tahun lalu, sementara 12% dari responden mengungkapkan mereka berencana untuk melakukan perdagangan crypto dalam lima tahun mendatang.

Analisis Investasi


Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan:


Volatilitas: Pasar cryptocurrency sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.
Regulasi: Regulasi cryptocurrency masih berkembang dan dapat berubah di masa depan.
Keamanan: Cryptocurrency dapat rentan terhadap peretasan dan penipuan.
Teknologi: Teknologi blockchain dan cryptocurrency masih berkembang dan dapat mengalami masalah.

Rekomendasi:


  1. Investor yang ingin berinvestasi dalam cryptocurrency harus melakukan riset terlebih dahulu dan memahami risikonya.
  2. Investor harus menggunakan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka.
  3. Investor tidak boleh berinvestasi lebih dari yang mereka mampu untuk kehilangan.

Analisis Lebih Lanjut:


Alasan di balik kurangnya minat pedagang institusional pada aset digital:


  1. Pasar cryptocurrency yang sedang turun.
  2. Kekhawatiran tentang regulasi.
  3. Kurangnya pemahaman tentang teknologi blockchain dan cryptocurrency. 

Potensi masa depan cryptocurrency:


  • Adopsi yang lebih luas oleh pedagang institusional.
  • Perkembangan teknologi blockchain dan cryptocurrency.
  • Regulasi yang lebih jelas.
  • Teknologi AI dan pembelajaran mesin dalam perdagangan:
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas perdagangan.
  • Mengurangi risiko dan biaya perdagangan.
  • Membuka peluang baru untuk perdagangan.

Kesimpulan:


Meskipun mayoritas pedagang institusional saat ini tidak tertarik pada aset digital, ada potensi untuk pertumbuhan di masa depan. Investor yang ingin berinvestasi dalam cryptocurrency harus melakukan riset terlebih dahulu dan memahami risikonya.

  1. Mayoritas pedagang institusional (78%) tidak memiliki rencana untuk melakukan perdagangan aset digital dalam lima tahun mendatang.
  2. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh pasar cryptocurrency yang sedang turun setelah lonjakan bullish tahun 2021.
  3. Meskipun demikian, ada peningkatan sedikit dalam keterlibatan dalam sektor ini, dengan 9% dari pedagang yang disurvei saat ini terlibat dalam cryptocurrency.
  4. Teknologi AI dan pembelajaran mesin dianggap sebagai teknologi yang paling berpengaruh dalam membentuk masa depan perdagangan.

Disclaimer:


Informasi ini bukan merupakan nasihat investasi. Investor harus selalu melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.

Sumber: JPMorgan Chase & Co. 2024 e-Trading Survey
navigasiin
navigasiin navigasiin adalah portal Situs Berita Berbahasa Indonesia yang menyajikan berita terkini terpercaya sebagai petunjuk inspirasi anda

Posting Komentar untuk "JPMorgan: Pedagang Institusional Kurang Tertarik pada Aset Digital, Fokus pada AI dan Machine Learning"