DOJ Melakukan Upaya Pengendalian Kesaksian Saksi Ahli dalam Sidang FTX yang Mendatang: Implikasi Terhadap Proses Penilaian Risiko Pasar

Navigasi Info - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) tengah mengemban peran krusial dalam mengatur dan mengendalikan proses hukum yang melibatkan FTX, sebuah entitas yang meraih sorotan di dunia investasi digital. Dalam persidangan yang dijadwalkan pada bulan Oktober mendatang, DOJ telah mengajukan usaha penolakan terhadap kesaksian dari tujuh saksi ahli yang diusulkan oleh pihak lawan, yakni Sam Bankman-Fried (SBF). Langkah ini tentunya memiliki dampak signifikan dalam dinamika penilaian risiko dan eksposur pasar terkait FTX.

DOJ Melakukan Upaya Pengendalian Kesaksian Saksi Ahli dalam Sidang FTX yang Mendatang: Implikasi Terhadap Proses Penilaian Risiko Pasar
DOJ Melakukan Upaya Pengendalian Kesaksian Saksi Ahli dalam Sidang FTX yang Mendatang: Implikasi Terhadap Proses Penilaian Risiko Pasar


Berkas-berkas yang dikemukakan oleh DOJ menggarisbawahi pandangan bahwa saksi ahli yang diusulkan tidak sepenuhnya memenuhi kriteria kualifikasi yang relevan dalam konteks proses pidana. Lebih lanjut, DOJ berpendapat bahwa adanya potensi keterbatasan keandalan kesaksian mereka serta risiko membingungkan para anggota juri harus menjadi pertimbangan serius.

Para saksi ahli yang diusulkan meliputi beragam latar belakang, seperti seorang pengacara berkebangsaan Inggris, empat pemimpin di dalam industri firma konsultan, seorang profesor hukum, dan seorang asisten profesor di bidang bisnis. Fokus kesaksian mereka diharapkan akan mengupas berbagai aspek terkait entitas FTX dan Alameda Research, termasuk namun tidak terbatas pada detail syarat dan ketentuan layanan, praktik akuntansi yang diterapkan, infrastruktur perangkat lunak yang digunakan, implikasi hukum terkait keuangan kampanye, serta pemanfaatan teknologi dasar blockchain dalam operasional perusahaan.

Namun, catatan khusus diberikan oleh DOJ terkait dengan kehadiran Joseph Pimbley, seorang ahli yang menjabat sebagai kepala konsultan di Maxwell Consulting. DOJ berpendapat bahwa kontribusi keahliannya terkait dengan kode FTX mungkin dianggap berlebihan dan dapat digantikan oleh pandangan saksi-saksi mereka sendiri, termasuk mantan CTO, Nishad Singh, dan Direktur Rekayasa, Gary Wang. Argumen ini secara tak langsung mengacu pada redundansi potensial dalam kesaksian ahli yang diusulkan.

Selain usaha pengendalian atas kesaksian para saksi ahli, DOJ juga mengajukan permohonan untuk melakukan persidangan Daubert. Persidangan semacam ini merupakan wadah di mana kelayakan dan kredibilitas seorang ahli dapat secara terbuka diaudit oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Dengan adanya persidangan semacam ini, tahap penilaian risiko dan pertimbangan eksposur pasar terhadap FTX menjadi semakin kompleks dan matang.

Dalam menyikapi situasi ini, para pelaku pasar digital dan pemerhati industri investasi tentu harus memandang langkah-langkah DOJ sebagai komponen krusial dalam proses pembentukan persepsi dan analisis risiko yang tepat. Implikasi dari proses hukum ini tak hanya berdampak pada perjalanan entitas FTX dan Alameda Research, melainkan juga memberikan gambaran akan dinamika kompleks dalam skenario hukum yang melibatkan ekosistem investasi digital secara lebih luas.
navigasiin
navigasiin navigasiin adalah portal Situs Berita Berbahasa Indonesia yang menyajikan berita terkini terpercaya sebagai petunjuk inspirasi anda

Posting Komentar untuk "DOJ Melakukan Upaya Pengendalian Kesaksian Saksi Ahli dalam Sidang FTX yang Mendatang: Implikasi Terhadap Proses Penilaian Risiko Pasar"