Batak Asli dan Batak Palsu

Navigasi Info - Suku Batak adalah salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia, yang mendiami wilayah Sumatra Utara. Suku Batak terdiri dari berbagai sub-suku, yang masing-masing memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda.

Batak Asli dan Batak Palsu
Batak Asli dan Batak Palsu


Pada tahun 1292, Marco Polo, seorang penjelajah asal Italia, mengunjungi pesisir Sumatera Utara. Dalam perjalanannya, Marco Polo menyaksikan adanya masyarakat yang mengkonsumsi daging manusia. Masyarakat tersebut kemudian dikenal sebagai suku Batak.

Namun, perlu dicatat bahwa Marco Polo hanya mengunjungi pesisir pantai, bukan pegunungan. Masyarakat pesisir pantai pada saat itu dihuni oleh suku Melayu, bukan suku Batak.

Catatan Portugis yang menyebutkan suku Batak juga tidak merujuk pada suku Batak yang kita kenal sekarang. Suku Batak yang dimaksud dalam catatan Portugis adalah suku Batak yang tinggal di pesisir pantai dan berprofesi sebagai pelaut. Suku Batak ini kemudian melakukan perampokan terhadap kapal-kapal pedagang Portugis, Cina, dan Melaka.

Pada tahun 1570, wakil gubernur Portugis di Melaka, Jorge de Albuquerque, menerima kunjungan dari seorang raja Batak dari Tamiang. Raja Tamiang tersebut meminta bantuan kepada Portugis untuk melawan serangan dari Aceh.

Tamiang sendiri saat ini dihuni oleh suku Melayu. Wilayahnya terletak di bagian pesisir timur Sumatra Utara.

Dari berbagai catatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa suku Batak yang disebut sebagai kanibal adalah suku Batak yang tinggal di pesisir pantai. Suku Batak ini bukan suku Batak yang kita kenal sekarang. Suku Batak yang kita kenal sekarang adalah suku Batak yang tinggal di pegunungan dan berprofesi sebagai petani.

Sumber :

navigasiin
navigasiin navigasiin adalah portal Situs Berita Berbahasa Indonesia yang menyajikan berita terkini terpercaya sebagai petunjuk inspirasi anda

Posting Komentar untuk "Batak Asli dan Batak Palsu"