Hama Wereng Menyerang Lampung Utara

Navigasi Info - Dalam musim tanam (MT) Gadu II di Kabupaten Lampung Utara, petani-petani setempat mengalami masalah serius yang menyangkut kesuburan tanah dan keberhasilan panen mereka. Serangan hama wereng batang coklat (WBC) di lahan persawahan telah menjadi perhatian utama.

Hama Wereng Menyerang Lampung Utara
Hama Wereng Menyerang Lampung Utara


Dalam menanggapi masalah ini, tim penyuluh dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melakukan pengamatan secara teliti di area pertanaman padi yang terkena serangan. Dalam laporan terbarunya, Kepala Bidang Penyuluhan dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lampung Utara, I Made Wirata, mengungkapkan temuan penting dari pengamatan tersebut.

Temuan hasil pengamatan menunjukkan bahwa adanya indikasi serangan hama WBC di areal persawahan. Kabid Penyuluhan dengan tegas menginstruksikan agar penyuluh dan petugas POPT segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Meskipun serangan hama wereng masih terbatas pada spot-spot kecil dan dikategorikan sebagai serangan ringan yang masih dapat dikendalikan, langkah-langkah pencegahan harus segera dilakukan. Dalam hal ini, pencegahan dan pengamatan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) di lokasi-lokasi yang telah disemprot menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan pada perkembangan telur wereng di rumpun padi guna mencegah terjadinya ledakan serangan yang lebih luas.

Dalam kasus serangan hama wereng ini, dilaporkan bahwa tiga kecamatan, yaitu Sungkai Selatan, Abung Semuli, dan Kotabumi Selatan, mengalami dampak serangan tersebut. Namun, tingkat kerusakan masih tergolong kecil, dengan luas lahan yang terdampak mencapai 0,25 hektar di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan.

Pengendalian serangan hama wereng ini harus didasarkan pada jumlah wereng yang terdapat di setiap rumpun padi. Apabila jumlah wereng antara 2 hingga 5 ekor, pengendalian masih dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami yang ada. Namun, jika jumlah wereng mencapai 10 ekor, penggunaan pestisida nabati perlu dilakukan sebagai langkah pengendalian. Apabila jumlah wereng melebihi 20 ekor, penggunaan pestisida kimia menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan.

Dalam penggunaan pestisida kimia, petani harus memperhatikan dengan seksama kandungan bahan aktif yang terkandung dalam produk tersebut dan menggunakannya sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hal ini sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Serangan hama wereng batang coklat merupakan ancaman serius bagi petani dan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, penanganan yang tepat dan responsif harus segera dilakukan. Petani harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi masalah serangan hama dan penyakit tumbuhan guna melindungi hasil panen dan keberlanjutan usaha pertanian di Kabupaten Lampung Utara.

Cara Atasi Hama Wereng


Sejak zaman dahulu, hama wereng telah lama dikenal sebagai serangga utama yang merusak tanaman padi, sejajar dengan walang sangit. Di Indonesia, hama wereng juga menjadi endemik yang mengancam para petani padi di seluruh negeri. Maka dari itu, dilakukanlah inovasi baru yang dikenal sebagai Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW).

Namun demikian, perlu diketahui bahwa serangan wereng tidak sepenuhnya dapat dihilangkan. Petani masih perlu mengandalkan penggunaan pestisida untuk mengatasi hama wereng tersebut. Penggunaan pestisida kimia memang memberikan hasil yang cepat dan efektif dalam memberantas wereng. Namun, penggunaan pestisida kimia juga memiliki kelemahan, seperti potensi resistensi yang dapat timbul dan meninggalkan residu kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan mengulas tentang metode-metode pengendalian hama wereng secara alami, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para petani dalam mengatasi serangan hama wereng tanpa menimbulkan dampak yang berbahaya.

Hama wereng, yang termasuk dalam kelompok serangga kepik terbang, memiliki kebiasaan menghisap cairan tanaman. Terdapat tiga jenis wereng yang dapat dibedakan, yaitu wereng hijau, wereng coklat, dan wereng punggung putih.

Wereng umumnya bergerak dalam kelompok yang besar dan dapat berpindah tempat dengan terbang hingga jarak 100 km. Kemampuan wereng untuk berkembang biak sangat cepat, sehingga mereka dapat menguasai wilayah dengan cepat.

Selain menghisap cairan tanaman, wereng juga mampu menularkan virus tungro yang sangat berbahaya bagi tanaman. Pengendalian hama wereng dilakukan melalui pendekatan kimia dan non-kimia. Salah satu metode pengendalian kimia adalah dengan menggunakan insektisida kontak dan sistemik yang mengandung bahan aktif seperti sipermetrin atau imidakloprid. Namun, perlu diperhatikan bahwa wereng dapat mengembangkan resistensi terhadap bahan aktif kimia jika digunakan secara berkelanjutan.

Untuk mencegah serangan hama wereng, dampaknya dapat diminimalisir dengan melakukan persiapan yang tepat. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menanam varietas padi yang tahan terhadap serangan wereng. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan meskipun terjadi serangan wereng.

Namun, perlu diingat bahwa tidak boleh menanam satu jenis padi secara berkelanjutan, karena wereng dapat mengembangkan biotipe yang lebih ganas yang dapat menyesuaikan diri dengan jenis padi yang tahan terhadap wereng. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pergiliran varietas padi yang ditanam.

Selain itu, mengganggu siklus perkembangan wereng juga dapat dilakukan dengan melakukan pergiliran tanam dengan tanaman lain. Selain itu, jarak tanam padi juga perlu diperhatikan, karena jarak tanam yang terlalu dekat dapat menyebabkan ledakan populasi hama wereng.

Salah satu alternatif pengendalian hama wereng adalah dengan menggunakan pestisida alami berbahan dasar bawang putih. Bawang putih telah lama dikenal memiliki banyak manfaat bagi manusia dan saat ini sering digunakan sebagai pestisida alami dengan spektrum luas, karena sifatnya yang multifungsi sebagai insektisida, fungisida, dan bakterisida.

Harga bawang putih yang terjangkau membuatnya menjadi pilihan terfavorit para petani dalam pembuatan pestisida alami yang terjangkau. Jika pestisida kimia dapat menyebabkan resistensi pada hama sasaran jika digunakan secara berkelanjutan, bawang putih tidak akan menyebabkan resistensi. Cara kerja bawang putih sebagai pestisida melibatkan baunya yang menyengat, yang membuat serangga menjauh. Jika serangga terkena cairan bawang putih atau secara tidak sengaja menelannya, serangga akan mengalami keracunan tingkat rendah. Hal ini menyebabkan wereng kehilangan nafsu makan dan gagal dalam proses pergantian kulit. Akibatnya, hama wereng akan mengalami penyakit dan serangan mereka akan menurun, disertai dengan penurunan daya tahan tubuh mereka sendiri.

Namun, membutuhkan waktu yang lebih lama bagi wereng untuk mati jika menggunakan insektisida bawang putih, dibandingkan dengan insektisida kimia. Kelemahan pestisida alami ini terletak pada kinerjanya yang lambat dan kadang-kadang membutuhkan aplikasi ulang karena mudah terpengaruh oleh panas matahari dan hujan.
navigasiin
navigasiin navigasiin adalah portal Situs Berita Berbahasa Indonesia yang menyajikan berita terkini terpercaya sebagai petunjuk inspirasi anda

Posting Komentar untuk "Hama Wereng Menyerang Lampung Utara"